Katib Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.
Katib Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.

Katib 'Aam PBNU Jadi Panelis di Sidang Umum PBB

Internasional nahdlatul ulama
Marcheilla Ariesta • 21 September 2020 19:36
Jakarta: Katib ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Yahya Cholil Staquf, dijadwalkan akan menjadi pembicara di salah satu sesi Sidang Majelis Umum PBB di New York. Ia akan berbicara dalam panel mengenai hak asasi manusia yang diprakarsai Amerika Serikat (AS).
 
Nantinya ia akan tampil bersama panel lainnya, seperti Mary Ann Glendon, seorang profesor emeritus bidang hukum dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, dan Hu Ping, seorang aktivis demokrasi Tiongkok.
 
Ia akan tampil pada Rabu, 23 Agustus 2020 pukul 09.00 waktu New York. Hal ini dibagikan PBNU lewat pernyataan tertulis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 8 Juli 2019, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, berinisiatif membentuk Komisi untuk HAM yang tidak bisa dibatalkan. Komisi ini beranggota 11 orang dari kalangan intelektual, filsuf, dan agamawan Amerika. 
 
Di antara mereka ada Hamzah Yusuf Hanson, tokoh muslim pemilik Zaituna Foundation di Berkeley, David Tse-Chien Pan dari Universitas California, Rabbi Meir Soloveichik, seorang pemimpin Yahudi Ortodoks, dan lain-lain. 
 
Komisi yang diketuai Mary Ann Glendon itu ditugasi untuk memberikan pertimbangan kepada Pemerintah Amerika Serikat dalam membuat kebijakan-kebijakan terkait hak-hak asasi manusia. Semua hal itu didasarkan atas prinsip-prinsip dasar Amerika dan Deklarasi Universal tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights) tahun 1948. 
 
Pada tanggal 26 Agustus 2020, komisi itu meluncurkan hasil kerja mereka dan telah diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa.
 
Panel di SMU PBB nanti dimaksudkan untuk mendialogkan pandangan-pandangan komisi tersebut dengan tradisi-tradisi yang berbeda, dalam hal ini dengan Islam (Nahdlatul Ulama) dan konfusianisme.
 
Panel akan dibuka oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Kelly Craft, dan pidato kunci oleh Mike Pompeo sendiri. Panel yang dilangsungkan secara daring itu akan dipandu oleh Robert A. Destro, Asisten Sekretaris Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Tenaga Kerja, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
 
"Saya akan memaparkan pandangan-pandangan dan wacana terkait Hak Asasi Manusia yang telah berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama. Mulai dari teologi Ukhuwah Basyariyah yang dicetuskan oleh KH Achmad Siddiq pada 1984, 'Deklarasi Nahdlatul Ulama ISOMIL' 2016, 'Deklarasi Islam Untuk Kemanusiaan' 2017, 'Manifesto Nusantara' 2018, dan Hasil Bahtsul Masail Musyawarah nasional Alim-Ulama Nahdlatul Ulama di Kota Banjar 2019 yang lalu," kata Gus Yahya, sapaan akrab  Katib ‘Aam PBNU ini.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif