Warga Jepang biasa melakukan tradisi hanami atau melihat bunga sakura pada setiap tahunnya. (Foto: AFP Photo/Philip FONG)
Warga Jepang biasa melakukan tradisi hanami atau melihat bunga sakura pada setiap tahunnya. (Foto: AFP Photo/Philip FONG)

Gubernur Tokyo Imbau Warga Tidak Piknik Melihat Sakura

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 28 Maret 2020 17:02
Tokyo: Warga di wilayah Tokyo dan Osaka di wilayah barat memilih berdiam diri di rumah masing-masing di tengah mewabahnya virus korona (covid-19), Sabtu 28 Maret 2020. Namun ada sebagian warga yang memilih untuk beraktivitas di luar ruangan, termasuk piknik bersama keluarga sembari melihat bunga sakura atau dikenal dengan istilah "hanami."
 
Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengimbau warga untuk membatalkan rencana piknik sembari melihat sakura yang biasa dilakukan masyarakat pada setiap tahunnya. Ia meminta warga untuk tetap berada di dalam rumah, setidaknya hingga 12 April mendatang.
 
"Bunga sakura masih akan mekar lagi tahun depan," seru Koike, dilansir dari laman Guardian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Infeksi covid-19 di Jepang telah bertambah melampaui 1.400 dengan 47 kematian. Angka tersebut tidak termasuk dari kapal pesiar Diamond Princess.
 
Berbeda dengan Amerika Serikat atau negara-negara Eropa, jumlah kasus baru covid-19 di Jepang bertambah secara berkala. Sementara di AS dan Eropa, jumlah kasus dan kematiannya melonjak drastis dari hari ke hari.
 
Namun pekan ini, peningkatan jumlah kasus covid-19 di Jepang relatif cepat, sehingga membuat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyerukan "krisis nasional."
 
Menurut laporan kantor berita NHK, infeksi baru covid-19 di Jepang pada Jumat kemarin bertambah 40, yang menjadikan totalnya 299. Sebelumnya, Jepang mencatat tambahan harian tertinggi kasus covid-19, yakni 102.
 
Sementara di Tiongkok, negara pertama munculnya covid-19, terus mencatat nol infeksi domestik. Puluhan kasus baru covid-19 di Negeri Tirai Bambu semuanya berasal dari luar negeri, atau dikenal dengan istilah infeksi "impor."
 
Saat ini, AS mencatat jumlah kasus terbesar covid-19, yakni melampaui 100 ribu yang jauh melewati Tiongkok dan Italia.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif