Korsel kekurangan ranjang RS untuk pasien covid-19. Foto: AFP.
Korsel kekurangan ranjang RS untuk pasien covid-19. Foto: AFP.

Gelombang Kedua Covid-19, Korsel Krisis Ranjang Rumah Sakit

Internasional korea selatan
Marcheilla Ariesta • 03 September 2020 19:47
Seoul: Korea Selatan kini tengah berjuang mengendalikan gelombang kedua virus korona (covid-19). Pada Kamis, 3 September 2020, Negeri Ginseng melipatgandakan jumlah tempat tidur rumah sakit untuk menerima pasien covid-19 yang terus berdatangan.
 
Lonjakan infeksi covid-19 di Korsel didominasi pasien lanjut usia. Lonjakan terjadi meski Korsel sempat dianggap sebagai satu dari sedikit negara yang dianggap berhasil mengatasi pandemi covid-19.
 
Sebelum jumlahnya ditambah, hanya ada sekitar 10 tempat tidur tersisa di rumah sakit wilayah ibu kota, Seoul pada Selasa kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Kesehatan berencana menghabiskan 100 miliar won (sekitar Rp1,2 triliun) untuk menghadirkan 500 tempat tidur bagi pasien covid-19 yang berada dalam kondisi kritis.
 
"Kami juga berusaha semaksimal mungkin agar perawatan pasien berjalan stabil," kata Direktur Jenderal Kebijakan Kesehatan Masyarakat, Dr Yoon Tae-ho.
 
Dikutip dari laman Straits Times, saat ini Korsel hanya memiliki 511 tempat tidur di unit perawatan intensif, yang sebagian besar ada di rumah sakit umum Seoul dan wilayah sekitarnya. Namun, banyak dari tempat tidur itu dipakai untuk kasus covid-19 yang tidak begitu serius dan pasien penyakit lain.
 
Hingga hari ini, terdapat 154 pasien covid-19 dalam kondisi kritis di Korsel. Jumlahnya bertambah dari satu hari sebelumnya di angka 123.
 
Anggota senior Asosiasi Medis Korea, Dr. Choi Jae-wook, menilai bahwa negaranya tidak siap menghadapi gelombang kedua covid-19. "Pemerintah tampaknya terlalu cepat berpuas diri setelah angka infeksi harian turun hingga dua digit," ucap Choi.
 
"Mereka tidak mengambil langkah-langkah tepat untuk mengatasi kekurangan tempat tidur," imbuhnya.
 
Koalisi kelompok dokter dan apoteker Korsel telah memperingatkan bahwa tempat tidur di unit perawatan intensif dan perawat terlatih merupakan dua faktor terpenting dalam menghadapi covid-19 di wilayah Seoul.
 
"Saat ini, kekhawatiran terdalam kami menjadi kenyataan," kata koalisi itu dalam sebuah pernyataan. Hingga hari ini, Negeri Ginseng mencatat total 20.644 kasus covid-19 dengan 329 kematian.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif