Kapal berisi biji-bijian ekspor dari Laut Hitam Ukraina./AFP
Kapal berisi biji-bijian ekspor dari Laut Hitam Ukraina./AFP

Kesepakatan Ekspor Pangan Rusia-Ukraina Bukti Diplomasi Enggak Cuma PHP

Marcheilla Ariesta • 28 September 2022 17:38
New York: Menyinggung mengenai perjanjian ekspor pangan yang disepakati Rusia dan Ukraina pada Juli lalu di Turki, Tiongkok mengatakan hal tersebut menunjukkan bahwa diplomasi mampu membawa harapan. Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Zhang Jun, menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait Ukraina.
 
"Penandatanganan inisiatif biji-bijian Laut Hitam telah menunjukkan bahwa bahkan dalam situasi konflik, diplomasi dapat membuahkan hasil dan membawa harapan," katanya, dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 28 September 2022.
 
Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani perjanjian di Istanbul pada 22 Juli untuk melanjutkan ekspor biji-bijian, termasuk gandum, dari tiga pelabuhan Laut Hitam Ukraina. Ekspor sempat dihentikan setelah terjadinya invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pusat Koordinasi Gabungan dengan pejabat dari Rusia, Ukraina dan Turki serta PBB didirikan di Istanbul untuk mengawasi jalannya ekspor.
 
Sejak kapal pertama meninggalkan Ukraina berdasarkan kesepakatan tersebut pada 1 Agustus, lebih dari 215 kapal dengan sekitar 5 juta ton produk pertanian telah diekspor.
 
"Tugas DK PBB adalah mendorong pihak-pihak terkait untuk membuka pintu bagi penyelesaian politik sesegera mungkin," ucapnya.
 
Baca juga: Zelensky Enggak Mau Dialog dengan Rusia Jika Presidennya Masih Putin
 
Zhang Jun menambahkan, PBB harus mampu mengakomodasi kekhawatiran masing-masing pihak dalam jalannya negosiasi. Selain itu, PBB juga harus mampu mendorong pihak-pihak terkait untuk menghadirkan semua opsi di atas meja.
 
Perang tujuh bulan Rusia di Ukraina telah menewaskan dan melukai ribuan orang serta memicu migrasi jutaan warga. Konflik Rusia-Ukraina juga telah mengacaukan pasokan energi global. Zhang menuturkan, perdamaian harus diupayakan dan ditegakkan oleh semua pihak.
 
"Konfrontasi blok, isolasi politik, sanksi, dan tekanan hanya akan mengarah pada jalan buntu," ujar Zhang.
 
"Dewan Keamanan (PBB), sebagai inti dari mekanisme keamanan kolektif internasional, harus menggunakan sepenuhnya alat mediasi yang diberikan oleh Piagam PBB, dan tetap berpegang pada arah yang benar dari gencatan senjata dan pembicaraan damai," imbuhnya.
 
Ia menegaskan, seharusnya DK PBB mengambil tindakan konstruktif dan bertanggung jawab untuk membuka ruang bagi solusi politik. Zhang menambahkan, Tiongkok akan bekerja dengan semua negara yang cinta damai untuk terus melakukan upaya tanpa henti dalam meredakan situasi dan menyelesaikan krisis.
 
Zhang kembali menekankan posisi dan proposisi Tiongkok tentang masalah Ukraina secara konsisten dan jelas. "Kedaulatan dan integritas wilayah semua negara harus dihormati, tujuan dan prinsip Piagam PBB harus diperhatikan," pungkasnya.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif