Warga mengenakan masker saat berada di area stasiun kereta api di Beijing, Tiongkok, di tengah pandemi covid-19. (Foto: AFP)
Warga mengenakan masker saat berada di area stasiun kereta api di Beijing, Tiongkok, di tengah pandemi covid-19. (Foto: AFP)

Tiongkok Catat Lonjakan 130 Infeksi Covid-19 Tanpa Gejala

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 01 April 2020 19:19
Beijing: Tiongkok melaporkan lonjakan jumlah kasus baru virus korona (covid-19) yang angka mencapai 166. Lonjakan ini terjadi karena Tiongkok kini memasukkan data infeksi tanpa gejala (asymptomatic) ke dalam laporan harian mereka.
 
Dalam laporan terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Rabu 1 April 2020, terdapat total 166 infeksi covid-19 sepanjang Selasa kemarin. Dari 166, 130 merupakan infeksi tanpa gejala, tiga transmisi lokal dan 33 kasus impor atau yang berasal dari luar negeri.
 
Tambahan data infeksi tanpa gejala ini merupakan pertanda bahwa krisis covid-19 di Tiongkok belum berakhir, meski jumlah kasus dan kematiannya sudah jauh menurun dari awal 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dimasukkannya data kasus tanpa gejala merupakan perintah langsung dari Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang. Ia meminta otoritas kesehatan untuk lebih memperhatikan individu yang terlihat sehat, namun membawa covid-19 dan berpotensi menularkannya ke banyak orang.
 
Selasa kemarin, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengumumkan bahwa total 1.541 kasus tanpa gejala sedang berada dalam pengawasan medis. Sebanyak 205 dari kasus tersebut berasal dari luar negeri.
 
Jumlah 166 kasus tanpa gejala merupakan yang tertinggi di Tiongkok sejak awal bulan lalu.
 
Sementara itu berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Rabu ini, total kasus covid-19 di Tiongkok telah melewati 82 ribu. Sementara angka kematiannya menyentuh 3.316, dengan lebih dari 76 ribu pasien sudah dinyatakan sembuh.
 
Sempat menjadi episentrum covid-19, Tiongkok kini berada di urutan keempat dalam segi jumlah kasus dan kematian terbanyak akibat covid-19 setelah Amerika Serikat, Italia, dan Spanyol.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif