Asap mengepul dari kota Stepanakert yang terkena imbas pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. (AFP)
Asap mengepul dari kota Stepanakert yang terkena imbas pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. (AFP)

Armenia dan Azerbaijan Kembali Saling Tuduh usai Dialog Washington

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Willy Haryono • 25 Oktober 2020 16:03
Nagorno-Karabakh: Pertempuran terbaru meletus antara pasukan Azerbaijan dan Armenia di zona konflik Karabakh pada Sabtu, satu hari usai kedua kubu menggelar dialog dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo di Washington. AS mendorong Armenia dan Azerbaijan untuk mematuhi gencatan senjata dan menyelesaikan konflik secara damai.
 
Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengklaim adanya serangan dari kubu Armenia di dalam dan sekitar Nagorno-Karabakh. Azerbaijan mengatakan, area Lachin dan Gubadli telah diserang roket dan juga artileri dari wilayah Armenia.
 
Namun otoritas lokal di Nagorno-Karabakh menuding pasukan Azerbaijan telah menembakkan misil Smerch ke sejumlah bangunan sipil di kota Stepanakert. Azerbaijan membantah tuduhan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pompeo telah bertemu secara terpisah dengan Menlu Azerbaijan dan Armenia pada Jumat kemarin. Ia berusaha menyelesaikan konflik berdarah di Nagorno-Karabakh, yang diestimasi Presiden Rusia Vladimir Putin telah menewaskan 5.000 orang.
 
Dilansir dari NTD pada Minggu, 25 Oktober 2020, kegagalan dua gencatan senjata antara Armenia dan Azerbaijan semakin melemahkan prospek diakhirinya pertempuran dalam waktu dekat. Aksi saling serang antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh mulai kembali meletus pada 27 September lalu.
 
Menurut laporan dari kantor berita Interfax, otoritas Nagorno-Karabakh mengatakan bahwa total warga Armenia yang tewas dalam pertempuran dengan Azerbaijan telah mencapai 963.
 
Sementara Azerbaijan mengatakan, seorang anak berusia 13 tahun asal Rusia tewas usai terkena serangan roket di kota Ganja pada 17 Oktober. Azerbaijan mengatakan, 65 warganya tewas dan 298 lainnya terluka dalam serangan Armenia. Namun untuk kubu militer, Azerbaijan menolak merilis data kematian maupun korban luka.
 
Nagorno-Karabakh diakui komunitas internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, namun selama ini dihuni kelompok etnis dan separatis Armenia.
 
Baca:AS Desak Armenia-Azerbaijan Patuhi Gencatan Senjata
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif