Warga India menerima suntikan vaksin covid-19. Foto: AFP
Warga India menerima suntikan vaksin covid-19. Foto: AFP

India Melawan, 8,6 Juta Warga Disuntik Vaksin Covid-19 dalam Sehari

Internasional India Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19
Fajar Nugraha • 23 Juni 2021 10:04
New Delhi: India mencoba memberi energi pada upaya vaksinasinya. Dengan delapan juta suntikan vaksin covid-19 dalam sehari diberikan kepada warganya.
 
“Pada Senin 21 Juni, total 8,6 juta dosis vaksin covid-19 disuntikkan kepada warga India,” lapor The New York Times, Rabu 23 Juni 2021.
 
“Capaian ini menetapkan rekor nasional pada hari pertama kebijakan baru yang menawarkan vaksin gratis untuk semua orang dewasa dan bertujuan untuk memberi energi pada upaya inokulasi yang lesu,” imbuh laporan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun awal yang lambat ditandai dengan kekurangan pasokan dan pertengkaran antara negara bagian dan pemerintah pusat, para pejabat mengatakan bahwa produksi serta pengadaan vaksin virus korona sedang dipercepat. Langkah itu diambil untuk memastikan bahwa semua dari sekitar 950 juta orang dewasa India dapat divaksinasi sepenuhnya pada akhir tahun.
 
Total pada Senin adalah suntikan covid-19 paling banyak yang diberikan dalam satu hari di negara mana pun selain Tiongkok. Lonjakan itu mungkin sebagian karena vaksin tersedia secara luas dan gratis untuk pertama kalinya bagi mereka yang berusia di bawah 45 tahun.
 
Laporan berita lokal juga menunjukkan bahwa rekor Senin dimungkinkan dengan menahan vaksin di beberapa negara bagian yang dikuasai oleh partai pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yaitu Partai Bharatiya Janata (BJP). Di satu negara bagian, Madhya Pradesh, jumlah dosis yang diberikan telah menyusut menjadi hanya 692 sehari, sebelum dimulainya kebijakan baru pada Senin. Kemudian sekitar 1,6 juta dosis diberikan secara tiba-tiba.
 
Dan dorongan itu mungkin bersifat sementara. Persediaan yang ada menunjukkan bahwa akan sulit untuk mempertahankan kecepatan seperti itu selama beberapa minggu mendatang. India telah meningkatkan ketersediaan dosis menjadi 120 juta bulan ini, dari sekitar 75 juta di Mei. Sekitar 135 juta dosis diharapkan akan tersedia pada Juli.
 
Upaya inokulasi hampir seluruhnya bergantung pada dua vaksin yang diproduksi di India, dan pejabat pemerintah mengatakan bahwa perusahaan di balik vaksin tersebut, Serum Institute of India dan Bharat Biotech, telah berjanji untuk mengirimkan total sekitar 1,3 miliar dosis dari Agustus hingga akhir di tahun ini. Dosis yang tersisa diharapkan berasal dari vaksin lain yang masih dalam penilaian atau percobaan.
 
Di India, negara berpenduduk sekitar 1,4 miliar orang, tugas ke depan tetap besar. Meskipun negara tersebut telah memberikan hampir 290 juta dosis vaksin sejauh ini. Menurut data pemerintah, kurang dari 5 persen populasi yang telah divaksinasi sepenuhnya. Sementara kurang dari 20 persen orang telah menerima setidaknya satu dosis.
 
Pemerintah India telah bekerja untuk mengatasi masalah pasokan dan memudahkan persyaratan pendaftaran online yang telah menghambat akses vaksin, terutama di beberapa bagian negara di mana ketersediaan smartphone dan internet masih rendah. Namun, keragu-raguan vaksin -, yang didasarkan  dari takhayul lokal, serta informasi yang salah yang disebarkan oleh beberapa pemimpin politik dan agama,- dapat menjadi rintangan lain bagi India sebelum memenuhi tujuan ambisiusnya untuk menginokulasi semua orang dewasa pada akhir tahun.
 
Upaya untuk meningkatkan vaksinasi datang ketika gelombang kedua terburuk di India tampaknya telah berakhir, dengan sebagian besar kota besar India melonggarkan pembatasan dan membuka kembali perekonomian. India melaporkan sekitar 42.000 kasus baru pada Senin, turun dari puncaknya lebih dari 400.000 pada awal Mei. Tingkat positif tes mingguan tetap di bawah 5 persen selama dua minggu berturut-turut, sebuah tanda bahwa kasus yang tidak terdeteksi dalam populasi juga menurun.
 
Setidaknya 390.000 orang telah meninggal karena covid-19 di India, menurut angka resmi, meskipun para ahli percaya itu adalah jumlah yang terlalu rendah.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif