Pasar di Wuhan, Tiongkok yang menjadi episentrum wabah covid-19. Foto: ITV
Pasar di Wuhan, Tiongkok yang menjadi episentrum wabah covid-19. Foto: ITV

Kapok Covid-19, Otoritas Wuhan Larang Makan Hewan Liar

Internasional Virus Korona tiongkok Coronavirus virus corona
Arpan Rahman • 21 Mei 2020 16:11
Wuhan: Pihak berwenang di Wuhan telah mengumumkan larangan komprehensif untuk memakan hewan liar dan perburuan serta perdagangan satwa liar. Pernyataan pemerintah kota itu dibagikan di media sosial Tiongkok.
 
Siaran pers Rabu di situs web pemerintah kota Wuhan, di provinsi Hubei, dan dibagikan secara luas di aplikasiWeibo. Pengumuman itu menyatakan daftar larangan baru yang keras yang langsung berlaku dan akan berlangsung selama lima tahun.
 
Menurut terjemahan dari dekrit tersebut, akan ada larangan penjualan dan makan hewan liar darat yang keduanya di alam liar serta diternakkan dan dipelihara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan itu juga mengumumkan larangan lain, termasuk larangan total perburuan hewan liar dan bahwa 'wilayah administrasi seluruh kota adalah suaka margasatwa'.
 
Juga akan ada larangan untuk membiakkan hewan liar darat dan akuatik untuk makan dan melarang perdagangan satwa liar ilegal, baik di pasar maupun di dunia maya.
 
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa akan ada aturan yang lebih keras tentang pemberian izin untuk perburuan, pembiakan, dan penjualan satwa liar.
 
"Pemberitahuan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan dan akan berlaku selama lima tahun," kata terjemahan pernyataan itu, dinukil dari Newsweek, Rabu 20 Mei 2020.
 
Berita itu dilaporkan di outlet media Tiongkok lainnya seperti surat kabar milik pemerintah Global Times dan CGTN. Koresponden BBC Tiongkok Stephen McDonnell mencuit: "Wuhan telah menjadi pemerintah daerah terbaru di Tiongkok yang memperkenalkan undang-undang perdagangan anti-satwa liar.
 
"Kota ini telah melarang pengembangbiakan 'hewan darat liar' untuk dimakan. Awalnya larangan 5 tahun. Para petani yang telah membiakkan hewan-hewan ini secara hukum akan dikompensasi dengan mengubah industri," tweet dia.
 
Teori utama menyebutkan bahwa virus korona berasal dari pasar satwa liar di Wuhan, kemungkinan melompat dari kelelawar ke manusia melalui hewan perantara seperti trenggiling.
 
Telah ada tindakan keras terhadap perburuan ilegal sejak Februari dengan lokasi yang disebutkan untuk menutup dan mengkarantina fasilitas pembiakan hewan liar.
 
Sementara itu, 122 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginginkan penyelidikan independen tentang penyebab wabah tersebut.
 
Namun, Beijing terus menolak tuntutan untuk penyelidikan independen. Steve Tsang, direktur Institut Tiongkok di Sekolah Studi Oriental dan Afrika (SOAS) yang berpusat di London, mengatakan bahwa Partai Komunitas yang berkuasa di Tiongkok berpikir pihaknya sedang ditargetkan secara tidak adil oleh komunitas internasional.
 
"Dalam kasus investigasi independen ke asal-usul Covid-19 atau tentang bagaimana itu menjadi tidak terkendali, itu akan bertentangan dengan kepentingan inti Partai," katanya kepada Newsweek.
 
Universitas Johns Hopkins pada Kamis 21 Mei 2020 menyebutkan virus ini telah menginfeksi warga dunia hingga 5.000.561 orang dan menyebabkan 328.191 kematian. Adapun warga yang sembuh mencapai 1.89.675 orang.
 

 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif