Petugas keamanan Afghanistan bersiaga di lokasi ledakan bom di Kabul. (Foto: AFP)
Petugas keamanan Afghanistan bersiaga di lokasi ledakan bom di Kabul. (Foto: AFP)

Pemimpin Regional ISIS Ditangkap di Afghanistan

Internasional taliban afghanistan isis
Willy Haryono • 12 Mei 2020 07:40
Kabul: Pemimpin kelompok militan Islamic State (ISIS) cabang Asia Selatan dan Timur telah ditangkap di Kabul, Afghanistan. Zia ul-Haq, yang juga dikenal sebagai Sheikh Omar Khorasani, ditangkap bersama dua rekannya.
 
Taliban merupakan kelompok militan utama di Afghanistan, namun ISIS juga dikenal aktif di beberapa area di negara tersebut. ISIS tercatat telah beberapa kali melancarkan serangan bom di Kabul.
 
Dikutip dari BBC, Senin 11 Mei 2020, dua militan lainnya juga ditangkap otoritas Afghanistan adalah jubir Khorasani, Saheeb, dan kepala intelijen ISIS cabang Asia, Abu Ali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Operasi penangkapan dilakukan usai Afghanistan menerima informasi dari empat militan ISIS yang telah ditangkap sebelumnya. Sejumlah data intelijen dan keamanan juga turut berkontribusi terhadap penangkapan tersebut.
 
"Kami akan terus melanjutkan operasi komprehensif dan terukur untuk memburu anggota-anggota senior grup teroris regional dan menghancurkan jaringan mereka," ungkap pernyataan resmi agensi intelijen Afghanistan.
 
ISIS telah melakukan sejumlah pengeboman mematikan di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Biasanya sasaran ISIS di Afghanistan adalah Syiah dan kelompok minoritas lainnya.
 
Sebuah laporan yang diserahkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun lalu menyebutkan bahwa Khorasani telah didepak dari kepemimpinan sentral ISIS karena performanya yang buruk. Namun hingga kini, laporan tersebut belum dapat dikonfirmasi.
 
Penangkapan Khorasani terjadi saat aksi kekerasan masih melanda Afghanistan meski Amerika Serikat dan Taliban telah menyepakati perjanjian damai pada Februari lalu.
 
Taliban, yang mengaku memiliki pandangan dan ideologi berbeda dari ISIS, sudah tidak lagi melakukan serangan berskala besar di Afghanistan sejak menandatangani perjanjian damai dengan AS.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif