Agnes Chow (kiri), Ivan Lam (tengah), dan Joshua Wong (kanan) mengaku bersalah atas protes di Hong Kong tahun lalu. Foto: EPA.
Agnes Chow (kiri), Ivan Lam (tengah), dan Joshua Wong (kanan) mengaku bersalah atas protes di Hong Kong tahun lalu. Foto: EPA.

Joshua Wong dan Rekannya Mengaku Bersalah Atas Protes Hong Kong

Internasional hong kong Protes Hong Kong
Marcheilla Ariesta • 23 November 2020 19:44
Hong Kong: Aktivis demokrasi Hong Kong, Joshua Wong dan dua rekannya menghadapi kemungkinan penjara setelah mengaku bersalah atas pertemuan yang melanggar hukum selama protes tahun lalu. Wong, Ivan Lam dan Agnes Chow hadir di pengadilan pada Senin, 23 November 2020.
 
Wong mengatakan ia menduga akan masuk penjara lagi. Kali ini, kemungkinan ia akan menghadapi lima tahun di balik jeruji besi.
 
"Kami bertiga telah memutuskan untuk mengaku bersalah atas semua tuduhan," kata Wong kepada awak media, dilansir dari BBC.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aktivis terkemuka itu memutuskan untuk mengubah pembelaannya setelah berbicara dengan pengacaranya.
 
"Tidak mengherankan jika saya langsung dikirim ke tahanan hari ini," ucap dia.
 
"Kami akan terus berjuang untuk kebebasan dan sekarang bukan waktunya bagi kami untuk sujud ke Beijing dan menyerah," tambah Wong.
 
Karena dugaan pelanggaran terjadi sebelum Tiongkok memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional pada Juni lalu, ketiganya terhindar dari kemungkinan hukuman seumur hidup. Mereka akan ditahan hingga 2 Desember, saat putusan hukuman dijatuhkan.
 
Ketiganya dituduh mengatur dan mengambil bagian dalam pertemuan yang tidak sah. Selama protes 2019, markas polisi Hong Kong beberapa kali menjadi sasaran pengunjuk rasa yang melempar telur dan menyemprotkan grafiti.
 
Wong, Lam, dan Chow dituduh memimpin, menghasut, dan bergabung dengan salah satu protes itu. Sebelumnya Wong mengatakan tuduhan itu tidak akan menghalangi dia.
 
"Apa yang kami lakukan sekarang adalah menjelaskan nilai kebebasan kepada dunia, melalui belas kasih kami kepada siapa yang kami cintai, sedemikian rupa sehingga kami rela mengorbankan kebebasan kami sendiri," pungkasnya.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif