Pesawat jet tempur J-16 melakukan manuver di langit Changchun, Tiongkok pada 17 Oktober 2019. (STR / AFP)
Pesawat jet tempur J-16 melakukan manuver di langit Changchun, Tiongkok pada 17 Oktober 2019. (STR / AFP)

Tiongkok Sebut Latihan Militer Dekat Taiwan Langkah 'Adil'

Internasional Tiongkok taiwan Xi Jinping Tsai Ing-wen Ketegangan Tiongkok-Taiwan
Medcom • 13 Oktober 2021 19:41
Beijing: Juru Bicara Kantor Tiongkok untuk Urusan Taiwan, Ma Xiaoguang mengatakan, latihan militer Tiongkok di dekat Taiwan merupakan langkah "adil" untuk melindungi perdamaian dan stabilitas. Pernyataan terkait ketegangan Tiongkok-Taiwan ini disampaikan pada Rabu, 13 Oktober 2021.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 13 Oktober 2021,  Xiaoguang pun menyatakan, latihan tersebut ditujukan untuk menghalau campur tangan kekuatan eksternal dalam urusan dalam negeri Tiongkok.
 
Tiongkok menganggap Taiwan sebagai wilayahnya sendiri yang suatu saat dapat direbut kembali. Ketegangan Tiongkok-Taiwan ini merupakan yang terburuk dalam lebih dari 40 tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Pertahanan Taiwan, Chiu Kuo-cheng memprediksi Tiongkok mungkin mampu melancarkan invasi "berskala penuh" pada 2025 mendatang.
 
Hal ini diungkapkan oleh Kuo-cheng setelah Tiongkok mengerahkan puluhan pesawat jet tempur ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan selama empat hari berturut-turut. Taiwan memandang penerbangan sejak 1 Oktober lalu itu sebagai peningkatan "pelecehan militer" oleh Tiongkok.
 
Baca:  Tiongkok Lakukan Latihan Militer di Provinsi Berseberangan dengan Taiwan
 
Xiaoguang menjelaskan, penyebab Ketegangan Tiongkok-Taiwan saat ini dipicu "kolusi" Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan dengan kekuatan asing, serta adanya suara "provokasi" dalam mendorong kemerdekaan Taiwan.
 
"Latihan Tiongkok ditujukan untuk menangani kolusi ini dan kegiatan separatis, serta melindungi kedaulatan negara dan integritas teritorial serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Itu adalah sebuah tindakan yang adil dan dapat dibenarkan," ujar Xiaoguang.
 
Xiaoguang pun menerangkan, apabila otoritas DPP dengan keras kepala terus melakukan hal-hal yang salah, maka Taiwan disebut dapat terjerembab ke dalam situasi yang lebih berbahaya.
 
Terlepas dari komentar Xiaoguang, baik Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen sama-sama telah menyampaikan pidato terkait ketegangan saat ini. Xi mengatakan reunifikasi Taiwan suatu saat akan terwujud, Tsai menegaskan pihaknya tidak akan tunduk kepada Negeri Tirai Bambu. (Nadia Ayu Soraya)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif