Pemandangan umum kota Seoul di Korea Selatan. (Anthony WALLACE / AFP)
Pemandangan umum kota Seoul di Korea Selatan. (Anthony WALLACE / AFP)

Pembelot Korut Klaim Ada Banyak Mata-Mata Pyongyang di Korsel

Internasional Kim Jong-un korea utara korea selatan Kim Kuk-song Pembelot Korut
Willy Haryono • 13 Oktober 2021 23:49
Seoul: Kim Kuk-song, salah satu mantan pejabat tinggi Korea Utara (Korut) yang membelot ke Korea Selatan, menceritakan sekelumit dunia intelijen di negara yang ditinggalkannya. Ia menyebut Korut menaruh perhatian khusus terhadap bidang intelijen, termasuk penyebaran agen-agen mereka di berbagai negara.
 
Saat masih menjadi pejabat tinggi di Korut, Kim Kuk-song mengatakan bahwa salah satu tanggung jawabnya adalah mengembangkan strategi untuk menghadapi Korsel.
 
Untuk melakukan hal itu, lanjut Kim Kuk-song, ia perlu memiliki "mata" dan telinga" di Korsel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di banyak kesempatan, saya sering mengarahkan mata-mata untuk pergi ke Korsel dan melakukan misi. Ada banyak sekali misinya," ucap Kim Kuk-song dalam wawancara bersama media BBC, belum lama ini.
 
Ia tidak mengelaborasi lebih jauh, dan hanya memberikan satu contoh misi.
 
"Pernah pada suatu waktu, seorang agen Korut dikirim untuk bekerja di kantor kepresidenan di Korsel. Ia pulang dengan selamat. Kira-kira itu terjadi di era 1990-an," tutur Kim Kuk-song.
 
"Setelah bekerja di Blue House selama lima hingga enam tahun, ia pulang dengan selamat dan bekerja di kantor penghubung 314 milik Partai Buruh," sambungnya. Blue House merupakan istilah untuk kantor kepresidenan Korsel di Seoul.
 
"Para agen Korut memainkan peran aktif di banyak organisasi sipil dan juga institusi-institusi penting di Korea Selatan," klaim Kim Kuk-song.
 
Dalam sebuah artikel di situs NK News, disebutkan bahwa penjara-penjara di Korsel pernah dipadati agen Korut dalam beberapa dekade terakhir. Dari beragam kasus, ada satu yang melibatkan seorang agen yang dikirim langsung dari Korut.
 
Masih dari data NK News, disebutkan bahwa jumlah agen Korut yang ditangkap di Korsel menurun sejak 2017. Ini diduga terjadi karena Korut mulai menggunakan teknologi dalam mengumpulkan data intelijen.
 
Baca:  Jabatan Tinggi Bukan Jaminan Keamanan di Korea Utara

Peretas Korut

Korut mungkin adalah salah satu negara termiskin dan paling terisolasi di dunia, namun beberapa pembelot pernah mengingatkan bahwa Pyongyang telah melatih sekitar 6 ribu peretas handal.
 
Menurut Kim Kuk-song, ayah dari pemimpin Korut Kim Jong-un, Kim Jong-il, pernah memerintahkan pelatihan peretas di era 1980-an untuk "bersiap menghadapi perang siber" di masa mendatang.
 
"Universitas Moranbon akan memilih mahasiswa-mahasiswa terpintar dari seantero negeri dan melatih mereka secara khusus selama enam tahun," sebut Kim Kuk-song.
 
Otoritas Inggris meyakini sebuah unit Korut yang dikenal sebagai Lazarus Group merupakan dalang di balik serangan siber di tahun 2017. Grup yang sama juga menyerang Sony Pictures pada 2014.
 
Kim menyebut unit yang dimaksud itu dikenal sebagai Kantor Penghubung 414. "Di kalangan kami, unit itu disebut sebagai 'Pusat Informasi Kim Jong-il,'" ucap Kim Kuk-song.
 
"Orang-orang berkata, para agen ini ada di Tiongkok, Rusia, dan negara-negara Asia Tenggara, tapi kenyataannya mereka juga beroperasi di Korea Utara, negara mereka sendiri. Unit tersebut juga bertugas menjaga komunikasi antar agen Korea Utara," sebut Kim Kuk-song.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif