Jack Ma. Foto: AFP/Martin
Jack Ma. Foto: AFP/Martin

Jack Ma Kembali Setelah Hilang 3 Bulan, Penampilannya Mencurigakan

Internasional alibaba tiongkok Jack Ma
Adri Prima • 20 Januari 2021 21:27
Jakarta: Setelah lebih dari tiga bulan menghilang, bos Alibaba Group, Jack Ma akhirnya kembali menunjukkan batang hidungnya. 
 
Dilansir dari Reuters, Jack Ma kembali muncul lewat konferensi video bersama 100 guru yang berasal dari berbagai daerah di Tiongkok pada Rabu (20/1/2021). 
 
Dalam video berdurasi 50 detik, Ma mengenakan pakaian berwarna navy dan berbicara singkat di depan kamera dengan ruangan yang berlatar belakang sebuah lukisan. Tidak disebutkan di mana ia berada. Dalam video tersebut, Ma menyampaikan sambutan kepada guru penerima penghargaan Jack Ma Rural Teachers Award. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tidak bisa bertemu di Sanya (kota di Provinsi Hainan) karena pandemi. Ketika pandemi berakhir, kita harus menemukan waktu untuk membawa semua orang ke Sanya lalu kita bisa bertemu lagi," kata Jack Ma dalam video itu. 
 
Sebelumnya, media lokal sempat memberitakan kalau Jack Ma akan berpartisipasi dalam acara seremonial tahunan Rural Teacher Initiative pada hari Rabu pagi yang diselenggarakan secara on line. 
 
Meski begitu, netizen merasakan ada yang aneh dalam video tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang mencurigai video Jack Ma tersebut. 
 
"Apakah dia (Jack Ma) yang asli?" tulis akun @grandhi65.
 
"Bagaimana kita tahu kapan ini difilmkan?" tulis @jeuasommenulle.
 
"Dari video berkualitas rendah di era citra yang dihasilkan AI (artificial intelligence), sulit untuk memutuskan apakah itu orang sungguhan," tulis akun @krishaamer.

Jack Ma menghilang usai mengkritik pemerintah Tiongkok

Sebelum menghilang, Jack Ma lebih dulu berkonflik dengan Pemerintah Tiongkok. Pada Oktober 2020, Jack Ma dengan lantang mengkritik sistem keuangan negeri Tirai Bambu. Mulai dari masalah regulasi hingga minimnya dukungan terhadap pendanaan inovasi perusahaan domestik. 
 
"Inovasi yang bagus tidak takut terhadap regulasi, tetapi takut terhadap regulasi yang usang. Perumpamaannya, jangan menggunakan sistem manajamen stasiun kereta api untuk meregulasi bandara komersil," kata Jack Ma saat itu.
 
Belum cukup, Jack Ma juga menyerukan reformasi sistem keuangan. Bahkan, ia menyamakan peraturan perbankan yang diterapkan Tiongkok saat ini tak lebih dari sekadar "klub orang tua". Hal inilah yang sepertinya membuat pemerintah khususnya Presiden Xi Jinping begitu marah kepada pengusaha flamboyan berusia 56 tahun tersebut.
 
(ACF)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif