Warga Australia antre untuk vaksinasi covid-19. Foto: AFP
Warga Australia antre untuk vaksinasi covid-19. Foto: AFP

PM Morrison Minta Maaf Karena Tingkat Vaksinasi di Australia Rendah

Internasional Virus Korona Australia covid-19 pandemi covid-19 Vaksinasi covid-19 Varian Delta
Marcheilla Ariesta • 22 Juli 2021 14:04
Canberra: Perdana Menteri Australia Scott Morrison meminta maaf atas keterlambatan vaksinasi di negaranya. Ia mengakui fakta bahwa Negeri Kanguru memiliki tingkat vaksinasi terendah di Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
 
Rendahnya tingkat vaksinasi menjadi alasan utama separuh negara itu saat ini berada dalam status lockdown.
 
Baca: Warga Australia Diminta Tidak Saling Mengobrol untuk Redam Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya bertanggung jawab atas program vaksinasi," ucap Morrison, dilansir dari New Zealand Herald, Kamis, 22 Juli 2021.
 
"Saya minta maaf karena kami belum dapat mencapai target yang kami harapkan di awal tahun ini. Namun, saat ini lebih penting kita benar-benar fokus untuk memastikan bahwa kami telah membalikkan keadaan," imbuh dia.
 
Morrison menambahkan, ia juga bertanggung jawab atas hal-hal yang telah berhasil dilakukan di negara tersebut.
 
Dalam konferensi pers, Morrison mengumumkan apotek lokal akan dapat memberikan vaksin AstraZeneca mulai pekan depan.
 
Sementara itu, negara bagian New South Wales mengumumkan tambahan 124 kasus baru lewat transmisi lokal dalam 24 jam terakhir. Perdana Menteri NSW Gladys Berejiklian mengatakan varian Delta 'menguasai' kasus covid-19 di wilayahnya.
 
Ia menganggap semua orang yang ditemui pasien covid dapat terinfeksi. Sydney rencananya akan mengakhiri penguncian pada 31 Juli, namun dengan kasus virus korona yang terus bertambah, kemungkinan lockdown akan kembali diperpanjang.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif