Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berbicara di pertemuan politbiro Partai Pekerja. Foto: AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berbicara di pertemuan politbiro Partai Pekerja. Foto: AFP

Kim Jong-un Puji Keberhasilan Besar Korut Atasi Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 03 Juli 2020 09:08
Pyongyang: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memuji ketahanan negaranya dalam menghalau virus korona. Jong-un sebut ini adalah keberhasilan besar.
 
Kim Jong-un berbicara pada pertemuan politbiro Partai Pekerja Korut pada Kamis membahas dampak virus korona covid-19. Pertemuan dilakukan enam bulan setelah Korea Utara menutup perbatasan dan memaksa ribuan orang diisolasi.
 
KCNA melaporkan bahwa setelah mengkaji upaya-upaya, Kim "mengatakan kami telah benar-benar mencegah penyebaran virus ganas" dan "mempertahankan situasi anti-epidemi yang stabil meskipun krisis kesehatan dunia".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pemimpin (Kim Jong-un)memuji keberhasilan yang gemilang yang diraih oleh kepemimpinan Komite Pusat Partai yang berpandangan jauh ke depan dan semangat sukarela yang ditunjukkan oleh semua orang yang bergerak sesuai perintah Komite Sentral Partai," lanjut KCNA, seperti dikutip AFP, Jumat, 3 Juli 2020.
 
“Namun dia juga menekankan perlunya mempertahankan kewaspadaan maksimum terutama mengingat wabah baru di negara-negara tetangga. Pemimpin Kim berulang kali memperingatkan bahwa bantuan tergesa-gesa dari tindakan antiepidemi akan menghasilkan krisis yang tak terbayangkan dan tidak dapat diperbaiki," kata KCNA mengutip Kim Jong-un.
 
Pyongyang belum mengkonfirmasi satu kasus penyakit mematikan yang melanda dunia setelah pertama kali muncul di negara tetangga Tiongkok. Tetapi mereka telah memberlakukan aturan ketat, termasuk menutup perbatasan dan sekolahnya, dan menempatkan ribuan warganya ke dalam isolasi.
 
Para analis mengatakan, Korut tidak mungkin menghindari infeksi dari virus itu. Sistem kesehatannya yang bobrok bisa kewalahan untuk mengatasi wabah besar.
 
Bulan lalu seorang pakar hak-hak PBB memperingatkan kerawanan pangan semakin dalam sebagai hasil dari upaya Korea Utara untuk menangkal wabah, terutama menutup perbatasan. Sebelum krisis virus korona, lebih dari 40 persen orang di Korea Utara sudah dianggap rawan pangan, dengan banyak yang menderita kekurangan gizi.
 
Menyentuh hampir setiap negara di muka bumi, covid-19 telah menginfeksi setidaknya 10,8 juta orang dan merenggut sekitar 520.065 nyawa. Wabah telah karena mengacaukan kehidupan biasa dan ekonomi dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
Virus terus cepat bertambah di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat.

 

(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif