Donetsk saat ini dikuasai penuh oleh Rusia. Foto: AFP
Donetsk saat ini dikuasai penuh oleh Rusia. Foto: AFP

Korut Berminat Kirim Pekerja Konstruksi Bangun Ulang Donetsk dan Luhansk

Marcheilla Ariesta • 01 September 2022 13:18
Pyongyang: Korea Utara (Korut) mengisyaratkan minatnya untuk mengirim pekerja konstruksi ke wilayah Ukraina yang diduduki Rusia. Pekerja konstruksi itu nantinya untuk membantu membangun kembali wilayah yang diduduki Rusia di timur negara itu.
 
Ide tersebut secara terbuka didukung oleh pejabat senior dan diplomat Rusia. Mereka memperkirakan, tenaga kerja murah dan bekerja keras dapat dilemparkan ke dalam 'kondisi paling sulit ini'. Istilah tersebut digunakan Duta Besar Rusia untuk Korea Utara dalam sebuah wawancara belum lama ini.
 
Duta Besar Korea Utara untuk Moskow baru-baru ini bertemu dengan utusan dari dua wilayah separatis yang didukung Rusia di wilayah Donbas, Ukraina. "Kami optimis mengenai kerja sama di bidang migrasi tenaga kerja," katanya mengutip pelonggaran kontrol perbatasan pandemi negaranya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari New Zealand Herald, Kamis, 1 September 2022, pembicaraan tersebut terjadi setelah Korut menjadi satu-satunya negara selain Rusia dan Suriah yang mengakui kemerdekaan wilayah Donetsk dan Luhansk. Mereka kemudian bersekutu dengan Rusia atas konflik di Ukraina.
 
Mempekerjakan pekerja Korea Utara di Donbas jelas akan bertentangan dengan sanksi Dewan Keamanan PBB yang dikenakan pada Korea Utara atas program nuklir dan misilnya.
 
Hal ini dapat memperumit dorongan internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) untuk perlucutan senjata nuklir. Banyak ahli meragukan Korut akan mengirim pekerja di tengah perang yang masih berlangsung.
 
Namun, mereka mengatakan sangat mungkin Pyongyang akan memasok tenaga kerja ke Donbas ketika pertempuran mereda, untuk meningkatkan ekonominya sendiri.
 
Ekspor tenaga kerja juga akan berkontribusi pada strategi jangka panjang Korea Utara untuk memperkuat kerja sama dengan Rusia dan Tiongkok - sekutu ideologisnya. Tujuan lain dari kemitraan ini adalah untuk mengurangi pengaruh Negeri Paman Sam di Asia.
 
Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin mengatakan bahwa perusahaan konstruksi Korea Utara telah menawarkan untuk membantu membangun kembali daerah yang dilanda perang di Donbas. Ia menuturkan, pekerja Korut akan disambut jika mereka datang.
 
Lim Soo-ho, analis senior di Institute for National Security Strategy mengatakan, bagi Rusia, gagasan untuk mempekerjakan pekerja Korut untuk pembangunan pascaperang sangat bermanfaat.
 
"Sejumlah besar pekerja konstruksi Korea Utara datang ke Rusia pada tahun-tahun sebelumnya, dan permintaan akan tenaga kerja mereka kuat karena murah dan terkenal dengan pekerjaan yang berkualitas," ujarnya.
 
Kementerian Luar Negeri AS sebelumnya memperkirakan sekitar 100.000 warga Korea Utara bekerja di luar negeri dalam pekerjaan yang diatur pemerintah, terutama di Rusia dan Tiongkok. Namun, mereka juga tersebar di Afrika, Timur Tengah, Eropa, dan Asia Selatan.

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif