Pemimpin Korut Kim Jong-un. (AFP/KCNA)
Pemimpin Korut Kim Jong-un. (AFP/KCNA)

Jabatan Tinggi Bukan Jaminan Keamanan di Korea Utara

Internasional Kim Jong-un korea utara korea selatan Kim Kuk-song
Willy Haryono • 13 Oktober 2021 22:18
Seoul: Saat ini diperkirakan ada sekitar 30 ribu pembelot Korea Utara (Korut) yang berada di Korea Selatan (Korsel). Dalam total tersebut, beberapa di antaranya adalah mantan pejabat tinggi yang dulu pernah mengabdi untuk pemimpin agung Korut.
 
Salah satu dari mereka adalah Kim Kuk-song, mantan pejabat tinggi yang pernah bekerja di agensi mata-mata Korut. Ia memilih melarikan diri karena merasakan potensi ancaman terhadap dirinya dan keluarga.
 
Menurut Kim Kuk-song, jabatan tinggi bukanlah jaminan keamanan di Korut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya adalah orang paling merah dari yang termerah," ucapnya, dalam wawancara bersama BBC, belum lama ini. merujuk pada warna dominan bendera Korut. Ia mengaku pernah menjadi sebagai pelayan sejati paling setia di negara komunis Korut.
 
Kim Kuk-song melarikan diri pada 2014. Ia mulai mempertimbangkan opsi kabur usai mendengar kabar mengenai eksekusi mati Jang Song-thaek, paman dari pemimpin Korut saat ini, Kim Jong-un.
 
Beberapa waktu sebelum eksekusi, nama Jang Song-thaek sempat lebih populer di tengah masyarakat ketimbang Kim Jong-un. Jang dianggap sebagian masyarakat sebagai pemimpin de facto, karena Kim Jong-il sudah mulai sakit-sakitan.
 
Saat itu, Kim Kuk-song sudah merasa nyawa Jang Song-thaek berada dalam bahaya. Ia menyebut kepemimpinan di Korut tak segan-segan untuk menyingkirkan segala ancaman, tak peduli apakah ia saudara kandung atau orang terdekat.
 
"Di situlah saya merasa Jang Song-thaek tidak akan bertahan lama. Saya curiga ia akan diusir ke pedesaan," tutur Kim Kuk-song.
 
Baca: Kim Jong-un Eksekusi Menteri yang Gagal Optimalkan Belajar Online

Keputusan Emosional

Ia terkejut saat melihat berita pada Desember 2013, yang menyebutkan bahwa Jang ternyata tidak diusir, melainkan dieksekusi mati. "Saya sangat terkejut. Saya langsung merasakan ada bahaya terhadap kehidupan saya. Saya tahu saya tidak dapat lagi tinggal di Korut," sebut Kim Kuk-song.
 
Kabar eksekusi Jang diketahui Kim saat dirinya berada di luar negeri. Ia pun langsung memutuskan melarikan diri bersama keluarganya ke Korsel.
 
"Meninggalkan negara saya, tempat di mana makam leluhur saya berada, dan untuk melarikan diri ke Korsel yang merupakan tanah asing bagi saya, adalah keputusan paling emosional dalam hidup saya," ungkap dia.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif