Warga Korea Selatan di Seoul menonton siaran berita mengenai peluncuran rudal balistik Korea Utara. (AFP)
Warga Korea Selatan di Seoul menonton siaran berita mengenai peluncuran rudal balistik Korea Utara. (AFP)

Hari Pertama 2023, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik ke Laut

Willy Haryono • 01 Januari 2023 12:04
Seoul: Korea Utara (Korut) menembakkan satu rudal balistik ke arah laut pada Minggu, 1 Januari 2023, menurut laporan militer Korea Selatan (Korsel). Peluncuran rudal di hari pertama tahun 2023 ini merupakan bagian dari upaya Korea Utara dalam meningkatkan persenjataannya.
 
Satu hari sebelumnya, menjelang malam tahun baru, Korea Utara juga telah menembakkan 3 rudal balistik.
 
Menurut laporan kantor berita Yonhap, peluncuran terbaru ini berasal dari area Yongseong di ibu kota Pyongyang. Rudal tersebut mendarat di Laut Timur, atau dikenal juga dengan Laut Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketegangan militer di Semenanjung Korea meningkat tajam pada 2022, ketika Korea Utara melakukan uji coba senjata hampir setiap bulan, termasuk menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) tercanggih yang pernah ada.
 
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan bahwa pihaknya mendeteksi peluncuran terbaru pada Minggu pukul 02:50 waktu setempat, dan rudal itu terbang sekitar 400 kilometer, sebelum kemudian jatuh ke laut.
 
"Militer kami akan mempertahankan postur kesiapan solid berdasarkan kemampuan menanggapi setiap provokasi Korea Utara," kata JCS dalam pesan teks yang dikirim ke wartawan.
 
Sabtu kemarin, Korea Utara menembakkan tiga rudal balistik jarak pendek, satu hari setelah Korea Selatan berhasil menguji kendaraan peluncur luar angkasa berbahan bakar padat.
 
Peluncuran rudal Korea Utara pada Sabtu kemarin juga dilakukan usai masuknya lima pesawat nirawak (drone) milik Pyongyang ke wilayah udara Korea Selatan.
 
Serbuan drone Korea Utara pada Senin kemarin itu adalah insiden pertama dalam lima tahun terakhir, yang mendorong permintaan maaf dari menteri pertahanan Seoul setelah militer Negeri Gingseng gagal menembak jatuh drone dari negara tetangganya itu.
 
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menyebut insiden drone tersebut sebagai sesuatu "tidak dapat ditoleransi," dan menambahkan bahwa negaranya harus memastikan bahwa Pyongyang menyadari bahwa "provokasi akan berujung pada konsekuensi keras."
 
Baca:  Korea Selatan Terguncang dengan Drone Korea Utara
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif