Warga di Wuhan, Tiongkok lakukan tes massal covid-19. Foto: AFP
Warga di Wuhan, Tiongkok lakukan tes massal covid-19. Foto: AFP

Kota Wuhan Mulai Tes Massal Covid-19

Internasional Virus Korona tiongkok Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 14 Mei 2020 07:42
Wuhan: Pihak berwenang di Kota Wuhan, Tiongkok,-tempat virus korona pertama kali ditemukan,- mulai melakukan tes massal covid-19. Mereka melakukan tes terhadap seluruh 11 juta penduduknya.
 
Tes dilakukan setelah kelompok kasus baru menimbulkan kekhawatiran gelombang kedua infeksi covid-19.
 
Baca: Kasus Baru Covid-19 Muncul, Wuhan akan Tes Semua Warganya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setidaknya dua distrik utama kota telah melaporkan pemberitahuan tes dari pintu ke pintu dan mengirimkan kuesioner online melalui relawan. Mereka mencari informasi tentang tes yang telah dilakukan warga, dan termasuk dalam kelompok yang dianggap berisiko tinggi.
 
"Untuk lebih memanfaatkan tes asam nukleat sebagai alat pemantauan dan sesuai dengan persyaratan kabinet negara untuk memperluas pengujian, kami telah memutuskan setelah mempertimbangkan untuk melakukan pengujian untuk semua penduduk," menurut sebuah kuesioner yang dikirim ke penduduk wilayah Wuchang kabupaten, yang memiliki populasi sekitar 1,2 juta.
 
Wuhan sempat menjalani penutupan menyeluruh atau lockdown pada 23 Januari dan dicabut pada 8 April. Kota ini melaporkan enam kasus baru selama akhir pekan, infeksi pertama sejak lockdown dicabut.
 
Pemerintah Kota Wuhan berencana untuk melakukan kampanye tes asam nukleat di seluruh wilayah selama 10 hari.
 
Penduduk dari dua distrik kota, Wuchang dan Hankou, yang terakhir dengan populasi lebih dari 2,6 juta, mengatakan mereka telah diminta untuk memberikan rincian pribadi pada Rabu. Ini termasuk riwayat tes asam nukleat dan apakah mereka termasuk dalam ’12 kelompok kunci’.
 
“Tes tersebut akan mencakup tes asam nukleat dan serum antibodi,” menurut pemberitahuan yang dikeluarkan oleh distrik Wuchang, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Sebanyak 12 ‘kelompok kunci’ termasuk kasus covid-19 yang dikonfirmasi dan tanpa gejala dan kontak dekat mereka, orang-orang yang demam, sekolah, medis, transportasi, bank, supermarket dan pekerja pemerintah, dan orang-orang yang kembali dari luar negeri atau yang berencana meninggalkan Wuhan untuk kerja.
 
Kasus tanpa gejala, atau orang yang dites positif tetapi tidak menunjukkan gejala klinis seperti demam, mampu menyebarkan virus ke orang lain. Tiongkok tidak mengungkapkan perkiraan jumlah kasus seperti itu.
 
Distrik Wuchang mengatakan dalam pemberitahuannya bahwa itu bertujuan untuk menguji semua penduduk, tetapi menekankan pengujian bagi mereka yang berada di 12 kategori ‘harus mencapai 100 persen’.
 
Wuhan dibagi menjadi 13 distrik, dan mencakup area sekitar 8.500 kilometer persegi, hampir sebesar wilayah metropolitan New York. Pemerintah Wuhan mengatakan pada 23 April bahwa kota itu memiliki 53 laboratorium untuk memproses tes, dan 211 lokasi di mana tes asam nukleat dapat dilakukan.
 
Sejak penutupan Wuhan dicabut, kota itu telah melakukan rata-rata 47.000 tes sehari dan lebih dari 1,5 juta tes total. Dari total hampir 83.000 infeksi di Tiongkok yang dikonfirmasi, 50.339 diantaranya berada di Wuhan. Namun penghitungan ini tidak termasuk kasus tanpa gejala.
 
Menurut data Universitas Johns Hopkins, Kamis 14 Mei 2020 jumlah kasus positif secara global mencapai 4.336.973. Adapun korban meninggal telah menyentuh angka 296.252 jiwa dan pasien yang sembuh mencapai 1.540.464.
 

 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif