Rumah sakit bersalin di Kabul, Afghanistan yang diserang kelompok bersenjata. Foto: AFP
Rumah sakit bersalin di Kabul, Afghanistan yang diserang kelompok bersenjata. Foto: AFP

AS Sebut ISIS Pelaku Penyerangan Rumah Bersalin Afghanistan

Internasional afghanistan isis
Fajar Nugraha • 15 Mei 2020 15:16
Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan Islamic State (ISIS) bertanggungjawab atas dua serangan mematikan di Afghanistan di awal pekan ini. Salah satu serangan terjadi di rumah bersalin di mana bayi juga turut menjadi korban.
 
Utusan perdamaian Washington berusaha membuat pemerintah Afghanistan dan Taliban untuk tetap berpegang pada kesepakatan damai yang goyah.
 
“Pemerintah AS telah menilai bahwa ISIS bertanggung jawab atas dua serangan terpisah di Afghanistan awal pekan ini yang menewaskan lebih dari 50 orang,” Zalmay Khalilzad, utusan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan, mengatakan Kamis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Serangan mengerikan itu menargetkan sebuah bangsal bersalin di Kabul, tempat para ibu dan bayi baru lahir terbunuh, serta upacara pemakaman di provinsi Nangarhar,” imbuh Khalilzad, seperti dikutip Deutsche Welle, Jumat, 15 Mei 2020.
 
ISIS mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman pemakaman, tetapi tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap rumah sakit bersalin.
 
Kekerasan baru itu merupakan pukulan terhadap perjanjian damai yang goyah di negara yang dilanda perang yang ditandatangani pada Februari oleh AS dan Taliban. Kesepakatan itu seharusnya membuka jalan bagi pembicaraan antara militan Taliban dan pemerintah Afghanistan, tetapi sedikit kemajuan yang telah dibuat.
 
Khalilzad mengatakan bahwa ISIS di Afghanistan menentang perjanjian damai antara pemerintah dan Taliban, dan sedang berusaha untuk lebih mengganggu kestabilan kawasan itu.
 
Langsung setelah serangan Selasa, Pemerintah Afghanistan mengatakan gerilyawan Taliban bertanggung jawab. Kelompok itu telah membantah bertanggung jawab, dan mengutuk serangan itu.
 
Taliban dan ISIS dianggap sebagai saingan, dan Khalilzad dan AS mendesak Taliban untuk bergabung dengan pemerintah Afghanistan dalam memerangi terorisme yang dilakukan oleh ISIS di negara tersebut.
 
"Daripada jatuh ke dalam perangkap ISIS dan menunda perdamaian atau menciptakan hambatan, rakyat Afghanistan harus bersama-sama menghancurkan ancaman ini dan mengejar peluang perdamaian bersejarah," kata Khalilzad di Twitter, Kamis.


Serang Taliban


Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memerintahkan militer Afghanistan untuk melancarkan serangan terhadap Taliban setelah serangan hari Selasa. Taliban mengatakan langkah itu adalah ‘deklarasi perang.’
 
“Pada Kamis, Taliban melakukan pengeboman bunuh diri di Provinsi Paktia timur Afghanistan, yang menargetkan kompleks militer. Ledakan itu meledak sebelum mencapai target, dan menewaskan lima warga sipil dan melukai sedikitnya 29 lainnya,” kata pejabat Afghanistan.
 
Taliban mengatakan upaya pengeboman sebuah pos militer Afghanistan sebagai balasan atas pernyataan Presiden Ghani yang menyalahkan kelompok militan atas serangan awal pekan ini.
 
Keadaan ini membuat kesepakatan berkelanjutan antara Taliban dan pemerintah Afghanistan yang ditandatangani di Doha, menjadi tidak stabil.
 
"Prospek untuk bergerak maju dalam proses perdamaian tentu saja dalam keadaan yang lebih buruk daripada pekan lalu, tetapi akan terlalu dini untuk menyatakan proses itu mati," Andrew Watkins, analis senior untuk Afghanistan di Crisis Group, mengatakan kepada DW.
 
"Ada insentif kuat [atau disinsentif] bahwa Amerika Serikat menekan kedua pihak, dan tidak ada yang ingin dilihat sebagai pihak yang mengambil langkah untuk menutup jendela perdamaian,” pungkas Watkins.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif