Status darurat covid-19 di beberapa wilayah Jepang akan dicabut. Foto: AFP
Status darurat covid-19 di beberapa wilayah Jepang akan dicabut. Foto: AFP

Jepang Cabut Status Darurat Covid-19 Kecuali Tokyo

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Arpan Rahman • 15 Mei 2020 12:58
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo mengatakan pada Kamis bahwa ia akan mencabut keadaan darurat lebih cepat dari jadwal untuk sekitar 80 persen dari prefektur (wilayah).
 
Abe mengatakan keputusan itu diambil setelah melihat data kesehatan dan akan difinalisasi pada pertemuan gugus tugas virus korona pemerintah berikutnya.
 
Langkah itu tidak termasuk melepas kuncian keadaan darurat untuk Tokyo dan Osaka. Tetapi Abe mengatakan pemerintah akan mempertimbangkannya pekan depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah kematian di seluruh dunia dari Covid-19 sebanyak 302.115 dari 4.438.371 kasus sejak dimulainya pandemi, menurut Universitas Johns Hopkins pada Jumat 15 Mei.
 
Di Selandia Baru, tidak ada kasus baru yang dilaporkan untuk hari ketiga berturut-turut karena penutupan (lockdown) nasional berakhir Kamis.
 
Kementerian Kesehatan Negeri Kiwi mengatakan jumlah total kasus hampir 1.500 dan tidak ada kematian baru yang dilaporkan. Selandia Baru menurunkan peringatan ‘level 2’ yang memungkinkan sebagian besar bisnis buat berlanjut dan pekerja kembali masuk kantor.
 
Perjalanan domestik juga boleh dilanjutkan pada Kamis dan sekolah akan dibuka kembali pada Senin, diikuti oleh bar dan restoran pada 21 Mei.
 
Yaman yang dilanda perang, sementara itu, telah mengalami lonjakan kematian terkait virus korona, menurut Save the Children. “Sedikitnya 380 kematian selama sepekan terakhir,” kata organisasi kemanusiaan itu.
 
Kekurangan peralatan perlindungan pribadi dan ventilator di rumah sakit di sana, dan beberapa petugas kesehatan menolak bekerja tanpa perlindungan. Beberapa rumah sakit sudah ditutup.
 
"Tim kami di lapangan melihat bagaimana orang-orang diusir dari rumah sakit, bernafas berat atau bahkan pingsan. Orang-orang sekarat karena mereka tidak bisa mendapatkan perawatan yang biasanya menyelamatkan hidup mereka," kata Mohammed Alshamaa, direktur Save the Children dari program di Yaman.
 
"Ada pasien yang pergi dari rumah sakit ke rumah sakit tetapi belum bisa diterima," sambungnya, disitat dari UPI, Jumat 15 Mei 2020.
 
Di bekas pusat wabah Tiongkok, tiga kasus baru dilaporkan Kamis oleh Komisi Kesehatan Nasional. Semua adalah kasus lokal dan termasuk dua di provinsi Liaoning dan satu di provinsi Jilin. Tidak ada kematian yang dilaporkan secara nasional.
 

 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif