Kadet militer Korea Selatan yang tengah berlatih.
Kadet militer Korea Selatan yang tengah berlatih.

Jadi Mata-mata Korut, 2 Warga Korsel Ditahan

Internasional korea utara korea selatan
Fajar Nugraha • 29 April 2022 13:33
Seoul: Seorang kapten tentara Korea Selatan (Korsel) dan seorang pengusaha telah ditangkap dan didakwa karena diduga mencuri rahasia militer di bawah arahan mata-mata Korea Utara (Korut). Mata-mata Korut itu memikat mereka dengan kriptokurensi.
 
“Keduanya secara resmi didakwa melanggar undang-undang keamanan nasional anti-Pyongyang Korea Selatan, meskipun pihak berwenang belum menetapkan keberadaan mata-mata Korea Utara,” kata polisi dan jaksa, seperti dikutip CNBC Internasional, Jumat 29 April 2022.
 
“Kapten tentara diduga memberikan informasi login untuk sistem komando dan kontrol terkomputerisasi yang dijalankan militer kepada mata-mata Korea Utara,” kata kantor kejaksaan dalam sebuah pernyataan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Polisi mengatakan kapten menerima kriptokurensi senilai 48 juta won atau sekitar Rp550 juta dari mata-mata.
 
“Pengusaha berusia 38 tahun, yang menjalankan perusahaan manajemen aset virtual, diduga memberi kapten sebuah jam tangan dengan kamera tersembunyi untuk mendukung pencurian intelijennya, meskipun ia akhirnya menggunakan smartphone-nya”, kata polisi.
 
Pengusaha itu juga menghadapi tuduhan bahwa ia mencoba menggunakan perangkat peretasan bergaya USB untuk mendapatkan rahasia militer yang lebih besar dalam kemungkinan kolaborasi dengan kapten tentara setelah mendapatkan USD600.000 dalam bentuk mata uang kripto dari mata-mata, menurut pernyataan yang diberikan oleh Badan Kepolisian Nasional Korea. Ia menuduh pengusaha itu menawarkan imbalan finansial kepada perwira militer lain dengan imbalan informasi rahasia, sebuah proposal yang ditolak oleh perwira itu.
 
Polisi mengatakan pengusaha itu pertama kali mengenal mata-mata Korea Utara di komunitas mata uang kripto online enam tahun lalu dan berbicara dengannya di telepon. Polisi mengatakan mata-mata itu secara terpisah mendekati kapten tentara. Mereka mengatakan kedua warga Korea Selatan tahu bahwa mereka berkomunikasi dengan mata-mata dari Korea Utara.
 
Ini adalah pertama kalinya Korea Selatan mendeteksi upaya spionase Korea Utara untuk membuat seorang perwira militer Korea Selatan dan seorang warga sipil bekerja sama untuk mendapatkan informasi sensitif, menurut pernyataan polisi.
 
Militer Korea Selatan pada Kamis menonfirmasi penangkapan kapten, dengan mengatakan akan dengan tegas menangani segala upaya untuk merusak keamanan nasional.
 
Kedua Korea tetap terbagi di sepanjang perbatasan yang paling dijaga ketat di dunia sejak akhir Perang Korea 1950-53. Pada puncak persaingan Perang Dingin, kedua Korea secara rutin mengirim agen dan mata-mata ke wilayah masing-masing melalui perbatasan, tetapi tidak ada insiden seperti itu yang dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif