??Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan tuduh Turki berniat lakukan genosida. Foto: AFP
??Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan tuduh Turki berniat lakukan genosida. Foto: AFP

PM Armenia Tuduh Turki Berupaya Lakukan Genosida Baru

Internasional turki konflik armenia-azerbaijan Armenia
Fajar Nugraha • 02 Oktober 2020 06:08
Paris: Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menuduh Turki "sekali lagi maju ke jalur genosida”. Menurutnya militer Turki secara langsung memimpin serangan terhadap pasukan Armenia di sekitar Nagorno-Karabakh.
 
Ratusan orang telah dilaporkan tewas dan ratusan lainnya cedera sejak Minggu dalam pertempuran yang telah memperbaharui kekhawatiran tentang stabilitas di Kaukasus Selatan. Wilayah ini merupakan koridor jaringan pipa yang membawa minyak dan gas ke pasar dunia.
 
Presiden Prancis, Rusia dan Amerika Serikat pada Kamis menyerukan gencatan senjata segera antara Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia di sekitar Nagorno-Karabakh. Tetapi Turki bersama sekutunya dari etnis Azeri mengatakan, tiga kekuatan besar seharusnya tidak memiliki peran dalam gerakan perdamaian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Situasinya jauh lebih serius (dibandingkan bentrokan sebelumnya pada 2016). Akan lebih tepat untuk membandingkannya dengan apa yang terjadi pada tahun 1915, ketika lebih dari 1,5 juta orang Armenia dibantai selama genosida pertama abad ke-20," kata Pashinyan kepada surat kabar Le Figaro, Jumat 2 Oktober 2020.
 
"Negara Turki, yang terus menyangkal masa lalu, sekali lagi merambah jalan genosida," tegasnya.
 
Komentar tersebut cenderung memprovokasi Ankara. Turki menerima bahwa banyak orang Armenia yang tinggal di Kekaisaran Ottoman terbunuh dalam bentrokan dengan pasukan Ottoman selama Perang Dunia Pertama. Tetapi membantah angka tersebut dan menyangkal bahwa pembunuhan itu diatur secara sistematis dan merupakan genosida.
 
Pashinyan, yang tidak memberikan bukti atas pernyataannya, mengatakan Turki telah mengirim ribuan tentara bayaran Suriah ke wilayah tersebut dan perwira militer Turki terlibat langsung dalam memimpin serangan Azeri.
 
“Dunia harus menyadari apa yang terjadi di sini,” tuturnya.
 
“Keinginan Turki adalah untuk memperkuat peran dan pengaruhnya di Kaukasus Selatan. Itu mengejar mimpi membangun sebuah kerajaan meniru Kesultanan dan itu memulai jalan yang dapat membakar wilayah itu,” pungkas Pashinyan.
 
(REN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif