Presiden AS Donald Trump (kiri) dan capres Partai Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan capres Partai Demokrat Joe Biden. (Foto: AFP)

Trump dan Biden Diminta Tidak Seret Tiongkok ke Drama Pilpres

Internasional Pilpres AS 2020
Willy Haryono • 29 September 2020 14:38
Beijing: Menjelang debat pemilihan umum presiden Amerika Serikat, Tiongkok mengingatkan jajaran politisi AS untuk tidak menyeret Beijing ke "drama pilpres." Debat pilpres AS antara petahana Donald Trump dan capres Joe Biden dijadwalkan berlangsung di Cleveland, Ohio, pada Selasa malam waktu setempat.
 
"Jangan gunakan isu Tiongkok untuk menciptakan drama," tulis sebuah laporan di surat kabar milik Partai Komunis Tiongkok, People's Daily, pada Selasa, 29 September 2020.
 
Laporan di koran itu menyebutkan bahwa pilpres AS kemungkinan besar akan kembali menyinggung mengenai isu "ancaman Tiongkok." Menurut Tiongkok, hal seperti itu sudah dilakukan AS sejak berakhirnya Perang Dingin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejumlah politisi AS secara mengejutkan berharap akan adanya perseteruan (antara Washington dan Beijing). Mereka telah membuat semacam pertunjukan untuk menjadikan konflik (internal AS) tampak seperti hanya isu eksternal," sebut laporan di koran tersebut, tanpa secara spesifik menyebutkan jajaran kabinet Trump.
 
"Hal ini tidak hanya berisiko menghantam penyelesaian konflik sistem di AS, tapi juga dapat memicu kerusakan di arena hubungan internasional," lanjutnya.
 
Sebelumnya, Trump telah berulang kali menyinggung Tiongkok semasa kampanye kepresidenan. Ia menyalahkan sepenuhnya Tiongkok atas pandemi virus korona (covid-19), dan juga mengklaim Tiongkok akan menguasai AS jika Biden menang dalam pemilu.
 
Sementara itu menjelang debat, Trump menantang Biden untuk menjalani tes narkoba. Tantangan disampaikan di tengah tudingan Biden pernah menggunakan obat peningkat performa selama masa kampanye.
 
Kate Bedingfield, wakil manajer kampanye Biden, menanggapi tantangan Trump dengan santai. Ia menilai tantangan Trump sebagai sesuatu yang konyol, "dari seorang presiden yang telah menghilangkan kesempatan untuk melindungi 200 ribu nyawa warga Amerika."
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif