Joe Biden saat pertemuan dengan Xi Jinping di Tiongkok pada 2013 silam. Foto: AFP
Joe Biden saat pertemuan dengan Xi Jinping di Tiongkok pada 2013 silam. Foto: AFP

Populer Internasional: Xi Jinping Beri Selamat ke Joe Biden hingga Tanker Yunani Kena Ledakan

Internasional australia iran joe biden Berita Terpopuler Internasional
Fajar Nugraha • 26 November 2020 08:34
Beijing: Setelah sekian lama usai pemilu Amerika Serikat (AS) rampung, Presiden Tiongkok Xi Jinping akhirnya memberikan selamat ke Presiden terpilih AS Joe Biden. Xi harapkan kerja sama seimbang nantinya dengan AS.
 
Kabar ini masuk dalam berita terpopuler 25 November 2020 yang diwartakan Internasional Medcom.id.
 
Selain itu kabar mengenai ditukarnya akademisi Australia untuk tiga warga Iran juga menjadi berita terhangat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian berita mengenai tanker Yunani yang berlabuh di pelabuhan Arab Saudi pada 25 November 2020, terkena imbas ledakan dari kapal Houthi turut mengisi berita terpopuler di Internasional Medcom.id.

1. Presiden Tiongkok Ucapkan Selamat ke Joe Biden, Harapkan Hubungan Seimbang

Presiden Tiongkok Xi Jinping memberi selamat kepada Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu 25 November 2020. Xi menyatakan harapan untuk ‘kerja sama saling menguntungkan’ di tengah konflik perdagangan, teknologi dan keamanan.
 
Negeri Tirai Bambu menjadi salah satu pemerintah besar terakhir yang memberi selamat kepada Biden. Tidak ada penjelasan atas penundaan tersebut, tetapi beberapa pengamat menyarankan Beijing mungkin ingin menghindari hubungan yang tegang dengan Presiden Donald Trump, yang belum mengakui kemenangan Biden.
 
“Hubungan sehat dan stabil adalah harapan bersama komunitas internasional,” ujar Presiden Xi menurut pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita resmi Xinhua, Kamis 26 November 2020.
 
Bagaimana selanjutnya yang diinginkan Xi Jinping? Selanjutnya di sini.

2. Iran Tukar Akademisi Australia dengan Kebebasan Tiga Warganya

Iran telah membebaskan seorang akademisi warga Australia keturunan Inggris yang telah ditahan mereka tahan. Kebebasan akademisi itu ditukar dengan bebasnya tiga warga Iran yang ditahan di negara lain.
 
Kylie Moore-Gilbert, seorang dosen Universitas Melbourne tentang studi Timur Tengah ditahan di penjara Teheran lebih dari dua tahun lalu. Dia divonis penjara 10 tahun atas tuduhan spionase.
 
Halaman Selanjutnya
  Dia termasuk di antara…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif