Menlu Retno Marsudi. Foto: Dok. Kemenlu RI.
Menlu Retno Marsudi. Foto: Dok. Kemenlu RI.

Pertemuan COVAX Ke-4 Bahas Suplai Vaksin Covid-19

Internasional vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 COVAX Vaksin Slank untuk Indonesia
Marcheilla Ariesta • 18 Mei 2021 22:02
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kembali memimpin pertemuan virtual COVAX AMC Engagement Group (EG) Meeting ke-4. Pertemuan kali ini membahas perkembangan terkini terkait vaksin virus korona (covid-19).
 
Isu-isu yang dibahas antara lain suplai dan distribusi vaksin, pendanaan dan peluang investasi, dukungan distribusi vaksin, pendanaan dan peluang investasi, dukungan distribusi vaksin, upaya membangun kepercayaan publik terhadap vaksin, dan strategi COVAX Facility tahun 2022.
 
Dalam pembahasan, para menteri menyadari masih banyak tantangan mengenai vaksin tersebut. Dalam isu suplai dan distribusi vaksin, dibahas mengenai keterlambatan pasokan vaksin untuk COVAX Facility.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh SII (India)  terkirim sekitar 18 persen, dan produksi vaksin AZ oleh SK Bio (Korsel) terkirim 50 persen dari komitmen awal.
 
“Upaya melipatgandakan kapasitas produksi vaksin termasuk dengan menghapuskan (waive) hak paten vaksin sangat krusial dalam upaya melawan pandemi," tegas Retno dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri, Selasa, 18 Mei 2021.
 
Hingga saat ini COVAX Facility telah memegang komitmen suplai untuk 1,7 miliar dosis, dari total kebutuhan 2 miliar dosis untuk didistribusikan di tahun 2021.
 
Baca juga: AS akan Kirim 20 Juta Vaksin Covid-19 ke Luar Negeri
 
Sejauh ini, 67,3 juta dosis telah dikirim oleh COVAX Facility ke 124 negara. Dari keseluruhan jumlah negara yang dijadwalkan menerima vaksin hingga Juni 2021, 85 persen diantaranya telah menerima pengiriman pertama.
 
Menlu Retno juga menekankan hanya 0,3 persen suplai vaksin yang tersedua saat ini dikirimkan ke negara berpenghasilan rendah.
 
"Diperlukan langkah segera untuk dapat memastikan akses setara kepada vaksin, karena tidak ada negara yang dapat sepenuhnya bebas dari Covid-19, selama masih ada negara lain yang terjangkit," tuturnya.
 
Sementara itu, untuk pendanaan, dari total USD8,3 miliar (setara Rp118,6 triliun) yang dibutuhkan, baru terkumpul USD6,6 miliar. Ini merupakan perkembangan positif dan diharapkan sisanya akan segera dapat terpenuhi di waktu kedepan khususnya saat Pertemuan AMC Summit yang akan diselenggarakan bersama Gavi dan Pemerintah Jepang pada Juni 2021 mendatang.
 
Dalam hal meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin, pertemuan ini menggarisbawahipentingnya partisipasi aktif tidak hanya Pemerintah di seluruh tingkatan, tapi juga dukungan berbagai lapisan masyarakat.
 
COVAX Facility adalah inisiatif kolaborasi global terkait vaksin covid-19 yang terbesar saat ini untuk mendistribusikan vaksin ke secara gratis. Misinya adalah memastikan distribusi yang setara terhadap vaksin yang aman, berkualitas, dan terjangkau untuk semua.
 
Vaksin untuk Indonesia
 
Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif