Pasar ternak di Pakistan tampat tidak mengikuti protokol kesehatan covid-19. Foto: AFP
Pasar ternak di Pakistan tampat tidak mengikuti protokol kesehatan covid-19. Foto: AFP

Pakistan Minta Warga Beli Hewan Kurban Secara Online

Internasional Virus Korona Idul Adha Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 28 Juli 2020 14:11
Karachi: Pemerintah Pakistan mendorong orang untuk membeli hewan kurban secara online. Hal dipicu meningkatnya jumlah korban yang terinfeksi virus korona covid-19.
 
Jika warga masih ingin membeli hewan kurban secara langsung setidaknya mengenakan masker ketika mengunjungi pasar ternak. Pemerintah setempat khawatir persiapan menjelang Iduladha dapat membalikkan penurunan angka infeksi covid-19.
 
Pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah tahun ini termasuk penutupan setengah hari telah menyebabkan penurunan pelanggan di pasar yang biasanya ramai. Seperti di negara-negara Muslim lainnya, pasar ternak didirikan di pusat-pusat kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasar ternak utama Karachi, kota terbesar di Pakistan, kurang sibuk pada Minggu 26 Juli dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan hanya enam hari sebelum perayaan. Pedagang, Allah Ditta, yang melakukan perjalanan ratusan mil untuk menjual stoknya, mengatakan kepada bahwa para pelanggannya menurun hampir separuh.
 
Sebagian besar pengunjung mencemooh persyaratan untuk memakai topeng, dan banyak yang ditemani oleh anak-anak yang tahun ini dilarang.
 
"Saya tidak mengerti virus korona ini. Saya belum melihat ada yang sekarat karenanya," kata pedagang Muhammad Akram, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa 28 Juli 2020.
 
"Lihatlah di sekelilingmu, tidak ada yang memakai topeng,” tegas Akram.
 
Pakistan telah melaporkan lebih dari 270.000 covid-19 kasus dengan hampir 6.000 kematian. Kasus infeksi baru setiap hari berjumlah di bawah 1.200 pada Minggu dibanding puncaknya bulan lalu mendekati 7.000 pada saat Idulfitri.
 
"Dalam empat minggu terakhir telah terjadi pelambatan yang signifikan dalam penyebaran pandemi, dengan penurunan 80 persen dalam kematian," Menteri Negara Kesehatan Zafar Mirza mengatakan pada Minggu, tiga minggu setelah dia sendiri dinyatakan positif covid-19.
 
"Idulfitri terakhir, karena pertemuan meningkat, orang-orang bepergian, dan interaksi ini menyebabkan kasus meningkat," kata Mizra.
 
"Orang-orang harus menanggapinya dengan sangat serius dan bertindak secara bertanggung jawab. Ada kemungkinan kasus akan naik lagi, seperti Spanyol,” jelasnya.
 
Sementara pengunjung pasar telah jatuh, lebih banyak orang membayar amal untuk menyembelih ternak atas nama mereka dan memberikan potongan mereka kepada mereka atau menyumbangkannya kepada yang membutuhkan.
 

(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif