Australia dan Jepang siap kerja sama lawan kekuatan Tiongkok. Foto: AFP
Australia dan Jepang siap kerja sama lawan kekuatan Tiongkok. Foto: AFP

Jepang-Australia Sepakat Kerja Sama Pertahanan Lawan Tiongkok di Kawasan

Internasional laut china selatan jepang australia tiongkok
Marcheilla Ariesta • 17 November 2020 15:47
Tokyo: Perdana Menteri Australia, Scott Morrison berada di Jepang untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga. Dalam pertemuan ini keduanya membahas mengenai peningkatan hubungan pertahanan antara dua sekutu Amerika Serikat untuk melawan Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik.
 
Baca: Tiongkok Gelar Dua Latihan Militer Serentak Hadapi Gejolak di Laut China Selatan.
 
Kedua negara hampir menyelesaikan Reciprocal Access Agreement, sebuah kerangka hukum yang memungkinkan pasukan mereka untuk mengunjungi negara satu sama lain. Perjanjian ini juga memperbolehkan adanya pelatihan dan operasi bersama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 17 November 2020, Morrison dan Suga akan mengadakan pembicaraan hari ini dan diharapkan dapat menyelesaikan kesepakatan tersebut. Pejabat Jepang berharap kedua pemimpin juga membahas masalah virus korona (covid-19) dan pemulihan ekonomi.
 
Jika ditandatangani, maka perjanjian itu akan menjadi yang pertama sejak kesepakatan pasukan pada 1960 dengan Amerika Serikat. Perjanjian dengan AS itu menetapkan pangkalan bagi sekitar 50 ribu tentara AS untuk beroperasi di dan sekitar Negeri Sakura di bawah pakta keamanan Jepang-AS.
 
"Jepang terus berkomitmen untuk mempertahankan dan memperdalam aliansi dengan Amerika Serikat yang telah terjalin 60 tahun, namun dalam beberapa tahun terakhir, Jepang juga berupaya melengkapi pertahanan regional dengan cara meningkatkan kerja sama dengan pihak lain, terutama Australia di tengah meningkatnya Tiongkok," kata pejabat tersebut.
 
Tokyo menganggap Canberra sebagai semi-sekutu dan menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan pada 2007 silam, pertama bagi Jepang selain AS.
 
Pertumbuhan aktivitas Tiongkok di Laut China Timur dan Laut China Selatan serta sekitarnya membuat negara-negara lain khawatir. Beijing membela tindakannya di laut regional sebagai tindakan damai dan menyangkal melanggar aturan internasional, dan mengkritik Quad sebagai Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) di Asia untuk melawan mereka.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif