NEWSTICKER
Staf medis di sebuah rumah sakit korona di Tiongkok melambaikan tangan kepada seorang pasien yang telah dinyatakan sembuh. (Foto: AFP)
Staf medis di sebuah rumah sakit korona di Tiongkok melambaikan tangan kepada seorang pasien yang telah dinyatakan sembuh. (Foto: AFP)

Staf Medis Rayakan Penutupan RS Darurat Korona di Wuhan

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Arpan Rahman • 15 Maret 2020 15:02
Wuhan: Tim dokter dan perawat medis merayakan penutupan sebuah rumah sakit darurat terakhir yang diperuntukkan bagi pasien virus korona covid-19. Penutupan semua RS darurat di Wuhan dilakukan karena jumlah kasus baru dan kematian akibat covid-19 di Tiongkok menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.
 
Dilansir dari laman Independent, Minggu 15 Maret 2020, sebuah video viral di internet memperlihatkan jajaran staf medis yang bergantian melepas masker mereka di sebuah rumah sakit darurat korona di Wuhan.
 
Awal bulan lalu, Tiongkok telah membangun 14 rumah sakit darurat, termasuk dua di Wuhan, hanya dalam hitungan pekan. Belasan RS itu sengaja dibangun untuk menampung gelombang pasien covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini, Tiongkok mencatat total 80.995 kasus dengan 3.203 kematian. Covid-19 pertama kali terdeteksi di Wuhan, yang merupakan ibu kota dari provinsi Hubei, pada akhir Desember 2019.
 
Virus itu kini telah bermunculan di lebih dari 120 negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, Eropa kini telah menjadi pusat pandemi covid-19, karena lonjakan kasus dan kematiannya sudah melampaui Tiongkok.
 
WHO telah mengapresiasi sejumlah langkah drastis Tiongkok, yang berbuah penurunan drastis jumlah kasus dan kematian akibat covid-19.
 
Wuhan melaporkan tambahan jumlah kasus yang sangat kecil pada Jumat kemarin, yakni 11. Satu hari sebelumnya, kasus baru covid-19 hanya bertambah lima.
 
Jumlah kasus covid-19 di Tiongkok kini lebih banyak yang berasal dari luar negeri. Dari 20 kasus terbaru korona di Tiongkok pada Sabtu kemarin, 16 berasal dari orang yang masuk ke Negeri Tirai Bambu dari luar negeri. Empat kasus lainnya muncul di Wuhan.
 
Dari 16 kasus 'korona impor' di Tiongkok, lima ditemukan di Beijing dan tiga di Shanghai. Provinsi Zhejiang, Gansu, dan Guangdong, masing-masing melaporkan empat, tiga, dan satu kasus.
 
Kasus di Shanghai melibatkan seorang warga Tiongkok yang tinggal di Milan, Italia. Ia kembali ke Tiongkok via Frankfurt pada 12 Maret. Italia adalah negara terparah terdampak korona di benua Eropa.
 
Sementara untuk Gansu, salah satu kasusnya berasal dari penerbangan sewaan asal Iran, dan dua lainnya dari Arab Saudi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif