NEWSTICKER
PM Australia Scott Morrison. (Foto: AFP)
PM Australia Scott Morrison. (Foto: AFP)

Mitigasi Korona, Australia Isolasi Semua Pendatang Internasional

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 15 Maret 2020 12:06
Sydney: Australia akan mengisolasi semua orang, termasuk warga lokal, yang masuk ke Negeri Kanguru selama dua pekan. Kebijakan yang mulai diterapkan hari ini merupakan upaya menekan penyebaran virus korona covid-19.
 
"Kita harus terbiasa dengan beberapa perubahan yang terjadi saat ini," ucap Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Dikutip dari Channel News Asia, ia menambahkan bahwa isolasi resmi dimulai sejak Minggu 15 Maret 2020 dini hari waktu setempat.
 
Kebijakan ini berlaku bagi pendatang internasional yang tiba via jalur udara maupun laut. PM Morrison mengatakan, semua kapal pesiar akan dilarang berlabuh di Australia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyadari bahwa kebijakan ini akan membuat jumlah pengunjung ke Australia berkurang dengan "sangat, sangat, sangat cepat."
 
"Jika teman Anda baru saja pulang dari Bali dan masuk kantor serta duduk di samping Anda, maka ia akan dianggap telah melakukan pelanggaran," tegas PM Morrison.
 
Sejauh ini Australia telah mendeteksi 269 kasus covid-19, yang sebagian besarnya berasal dari kedatangan asal Amerika Serikat. PM Morrison menyebut AS sebagai "sumber utama" mewabahnya covid-19 di Australia.
 
Pemerintah Australia telah mengimbau agar pertemuan massa yang melibatkan lebih dari 500 orang ditunda atau dibatalkan. Imbauan untuk menekan penyebaran korona tersebut akan mulai diberlakukan di seantero Australia mulai Senin besok.
 
Di tengah semua kebijakan ini, PM Morrison menegaskan bahwa aktivitas belajar mengajar di sekolah akan tetap berjalan seperti biasa. Ia berargumen bahwa meliburkan sekolah justru akan meningkatkan risiko penularan covid-19 dari anak-anak ke masyarakat umum.
 
Data terbaru situs pemantau Johns Hopkins pada Minggu ini mencatat total kasus korona di kancah global telah melampaui 156 ribu dengan kematian menyentuh angka 5.833. Untuk pasien sembuh, Johns Hopkins CSSE mencatat jumlahnya telah melampaui 73 ribu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif