Ilustrasi tes covid-19. (Foto: Medcom.id).
Ilustrasi tes covid-19. (Foto: Medcom.id).

Indonesia Dukung Evaluasi WHO di Tengah Pandemi Covid-19

Internasional WHO
Marcheilla Ariesta • 18 Mei 2020 20:38
Jakarta: Indonesia mendukung resolusi Uni Eropa yang bertujuan untuk mengevaluasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menangani pandemi seperti saat ini. Pasalnya, terekspos adanya kekurangan dalam WHO, baik itu struktur, organisasi atau kapasitas dalam menghadapi pandemi.
 
Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri Kamapradipta Ismono mengatakan tujuan resolusi tersebut bagus dan positif. Dia menambahkan Indonesia sudah sedari awal menyetujui resolusi tersebut.
 
"Terungkap bahwa seluruh negara anggota WHO lemah dalam menghadapi pandemi ini, jadi Uni Eropa mengajukan resolusi untuk memperbaiki WHO, dan menurut Indonesia ini bagus," tuturnya kepada Medcom.id, Senin 18 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan, sebenarnya sudah ada regulasi kesehatan internasional (IHR) yang disahkan pada 2003 oleh badan PBB tersebut, Indonesia juga sudah masuk di dalamnya. Namun, regulasi ini dinilai kurang efektif lagi terutama dalam menangani pandemi covid-19.
 
Selain itu, alasan Indonesia mendukung resolusi tersebut karena dalam paragraf resolusi ada kepentingan Indonesia. Kama menjelaskan solidaritas internasional, akses dan harga yang terjangkau untuk alat kesehatan, regime patent yang fleksibel, dan memperhatikan negara berkembang serta miskin merupakan prioritas Indonesia di internasional dalam pandemi ini.
 
"Intinya, dengan resolusi ini, kita ingin bersama-sama memperbaiki struktur WHO," tegas Kama.
 
Sebanyak 116 negara ikut mendukung resolusi yang diajukan Uni Eropa ini. Selain Indonesia, ada juga Inggris, Kanada, India, Jepang, Selandia Baru, Rusia, dan 50 negara Afrika mendaftar menjadi co-sponsor untuk mengevaluasi WHO.
 
Sebagian negara menilai WHO lambat dalam menangani pandemi covid-19. Virus ini telah muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019, dan merebak di seluruh wilayah dunia hingga saat ini.
 
Obat-obatan dan vaksin masih belum ditemukan. Selain itu, jumlah infeksinya per hari ini sudah mencapai 4.731.987 kasus.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif