Pakar virus Tiongkok Dr Li-Meng Yan. Foto: WION
Pakar virus Tiongkok Dr Li-Meng Yan. Foto: WION

Ahli Virus Tuduh Tiongkok dan WHO Tutupi Fakta Terkait Covid-19

Internasional Virus Korona tiongkok WHO
Fajar Nugraha • 24 September 2020 11:45
New Delhi: Pakar virus Tiongkok Dr Li-Meng Yan tengah menjadi pembicaraan karena menyebutkan bahwa virus korona (covid-19) dibuat di laboratorium pemerintah Tiongkok di Wuhan. Dr Yan, juga menuduh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terlibat dalam menutupi hal itu.
 
Baca: Ahli Biologi Molekuler Indonesia Pereteli Kelemahan Penelitian Li Meng Yan.
 
Dr Li-Meng Yan melontarkan hal yang mengejutkan ini dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Editor Eksekutif saluran berita WION Palki Sharma. Dia juga mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok telah mengetahui penyebaran covid-19

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ahli virus yang menyelidiki asal mula virus covid-19 selama wabah awal di Wuhan, mengatakan bahwa dia menemukan upaya menutupi fakta di Wuhan.
 
“Pemerintah Tiongkok tahu tentang penyebaran virus mematikan itu sebelum mengakuinya secara terbuka,” ujar Dr Yan, kepada WION, yang dikutip Zee News, Kamis 24 September 2020.
 
Menurut Dr Li-Meng Yan, pasar basah Wuhan hanyalah tabir asap dari Partai Komunis Tiongkok. Dia juga mengklaim bahwa pemerintah Tiongkok mencoba menodai reputasinya melalui media sosial. Bahkan Dr Yan menyebutkan bahwa Tiongkok melakukan serangan dunia maya terhadapnya dan mengintimidasi keluarganya yang masih berada di Negeri Tirai Bambu.
 
Ahli virologi Tiongkok, yang merupakan Dosen pascadoktoral dalam virologi dan imunologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong, mengatakan bahwa dia juga diberangus oleh atasannya.
 
Sebelumnya pada 14 September, Dr Yan mengklaim bahwa covid-19 dibuat di laboratorium Wuhan. Dia juga menuduh Tiongkok tidak mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk menahan penyebaran virus korona dan menawarkan bukti ilmiah bahwa covid-19 adalah buatan laboratorium di Wuhan.
 
Akun Twitter-nya kemudian ditangguhkan oleh raksasa media sosial itu dengan alasan akun tersebut melanggar "aturan Twitter".
 
Dr Yan juga mengungkapkan bahwa dia harus melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) demi keselamatannya setelah diancam oleh pejabat Tiongkok, ketika dia ingin memberi tahu dunia tentang pandemi.
 
Dia mengklaim bahwa dia berada di Wuhan untuk menyelidiki wabah Pneumonia, tetapi menemukan informasi tentang virus mematikan itu. Dr Yan telah mencoba untuk memperingatkan pihak berwenang tetapi tidak mendapat tanggapan dari WHO.
 
Yan telah menerbitkan laporannya dan menayangkannya di internet agar dunia dapat mengaksesnya. Laporan tersebut berjudul ‘Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route’ atau berarti ‘Fitur Tidak Biasa dari Genom SARS-CoV-2 yang Menyarankan Modifikasi Laboratorium yang Canggih Daripada Evolusi Alami dan Penggambaran mungkin dari Rute Sintetis’.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif