Angkatan Laut Taiwan melakukan latihan militer. (AFP)
Angkatan Laut Taiwan melakukan latihan militer. (AFP)

Tiongkok Minta AS Hindari 'Jalan Berbahaya' Terkait Isu Taiwan

Internasional amerika serikat tiongkok taiwan as-tiongkok tiongkok-taiwan
Willy Haryono • 01 Desember 2020 10:02
Beijing: Pemerintah Tiongkok menekankan kembali kecamannya terhadap Amerika Serikat yang terus melanjutkan penjualan senjata ke Taiwan. Beijing meminta Washington untuk menangani isu-isu terkait Taiwan secara bijaksana dan tepat demi menghindari "berjalan di jalan yang salah dan berbahaya."
 
Pernyataan disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, dalam konferensi pers harian di Beijing pada Senin, 30 November.
 
"Tiongkok tetap menentang tegas penjualan senjata AS ke Taiwan," sebut Hua, dilansir dari laman Xinhua pada Selasa, 1 Desember 2020. Ia menegaskan posisi Beijing ini sudah jelas dan konsisten.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut beberapa laporan, Taiwan telah menghabiskan USD11,8 miliar sejak awal tahun ini dalam pembelian berbagai senjata dari AS.
 
Baca:  Miliki Kesamaan Nilai, AS Mengaku Sangat Dekat dengan Taiwan
 
"Sekali lagi kami menyampaikan pesan tegas kepada AS: Kami akan menentang segala upaya yang dapat mengganggu kepentingan-kepentingan utama Tiongkok, dan yang mengintervensi urusan dalam negeri," ungkap Hua.
 
Ia mendesak AS untuk menghormati prinsip Satu Tiongkok dan juga tiga komunike gabungan Tiongkok-AS, menghentikan penjualan senjata dan memutus hubungan militer dengan Taiwan, serta menangani isu-isu terkait Taiwan dengan baik.
 
"Kami juga sekali lagi mengirimkan pesan kepada otoritas Taiwan, bahwa 'kemerdekaan Taiwan' tidak akan pernah terjadi. Segala upaya dan langkah untuk mencari intervensi eksternal dan penggunaan senjata dalam melawan reunifikasi akan berakhir gagal," pungkas Hua.
 
Tiongkok menganggap Taipei sebagai bagian "tak terpisahkan" dari wilayah Negeri Tirai Bambu. Anggapan ini dilakukan meski Taiwan tidak dikendalikan Partai Komunis Tiongkok, dan sudah menjalankan pemerintahan secara terpisah sejak berakhirnya Perang Sipil Tiongkok pada 1949.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif