Warga Korea Selatan bersihkan puing-puing akibat banjir. Foto: AFP
Warga Korea Selatan bersihkan puing-puing akibat banjir. Foto: AFP

Anggaran Pengendalian Banjir di Seoul Dipangkas, Warga Kritik Habis Pemerintah

Marcheilla Ariesta • 10 Agustus 2022 16:27
Seoul: Pemerintah daerah di Seoul mendapat kritikan keras dari warga setelah banjir yang menghancurkan ibu kota Korea Selatan (Korsel) itu. Pasalnya, mereka memangkas anggaran pengendalian banjir dalam 'Buku Anggaran 2022' yang dipublikasikan pada Selasa kemarin.
 
Pemerintah Metropolitan Seoul memotong anggaran secara drastis dalam setahun, yakni hampir KRW90 miliar (setara Rp1 triliun). Pihaknya mengalokasikan dana KRW509,9 miliar (sekitar Rp5,7 triliun) pada 2021.
 
Anggaran itu kemudian turun sekitar 17 persen menjadi KRW420,2 miliar (setara Rp4,7 triliun) pada tahun ini. Pemotongan juga menyasar sektor pengelolaan fasilitas limbah, sungai, dan pasokan air.
 
Baca: Intensitas Hujan di Korea Selatan Sudah Mulai Menurun, Sebagian Wilayah Masih Banjir.

Berbagai pihak menganggap pemerintah kota dan parlemen meremehkan risiko kerusakan yang dapat ditimbulkan banjir. Apalagi, perubahan iklim yang mengakibatkan hujan lebat kerap terjadi di Seoul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seoul sebenarnya meningkatkan perlindungan banjir sejak bencana itu melanda pada 2010. Pemerintah daerah kembali menggencarkan upaya itu usai tanah longsor di Gunung Umyeon pada 2011.
 
Dana untuk pengendalian bencana sempat menyentuh KRW616,8 miliar (sekitar Rp7 triliun) pada 2019. Tetapi, anggaran itu kemudian berangsur menurun selama tiga tahun berturut-turut.
 
Menghadapi kecaman dari masyarakat, pemerintah daerah mengeluarkan klarifikasi. Pihaknya menjelaskan, pemotongan itu terjadi lantaran proyek-proyek dengan anggaran besar telah memasuki tahap akhir. Mereka kemudian turut menyinggung Partai Demokrat Korea.
 
"Untuk anggaran tahun ini, 445 miliar won (setara Rp5 triliun) telah diajukan (ke Dewan Kota Seoul), tetapi dewan kota, yang didominasi oleh Partai Demokrat Korea pada saat itu, memotongnya sebesar 24,8 miliar won (sekitar Rp 281 miliar)," bunyi pernyataan Pemerintah Metropolitan Seoul, dikutip dari Donga Ilbo, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Meski demikian, penjelasan itu tidak mampu membendung kritik terhadap permasalahan sistematis. Pasalnya, jabatan utama organisasi yang bertanggung jawab atas bencana saat ini kosong.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif