PM Australia Scott Morrison saat berbicara di London, Inggris, 15 Juni 2021. (Tolga Akmen / AFP)
PM Australia Scott Morrison saat berbicara di London, Inggris, 15 Juni 2021. (Tolga Akmen / AFP)

PM Morrison: Kapal Selam Prancis Tak Penuhi Kepentingan Nasional Australia

Internasional Amerika Serikat Kapal Selam Inggris Australia prancis Scott Morrison AUKUS
Willy Haryono • 19 September 2021 15:47
Canberra: Perdana Menteri Scott Morrison mengaku memahami kemarahan Prancis atas terbentuknya AUKUS, sebuah aliansi tiga negara yang terdiri atas Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Lewat aliansi tersebut, Australia dapat memperoleh teknologi membuat kapal selam bertenaga nuklir.
 
Prancis geram karena AUKUS telah mengacaukan perjanjian kapal selam yang telah disepakatinya dengan Australia.
 
"Saya rasa mereka (Prancis) mengetahui kami memiliki kekhawatiran mendalam atas kapabilitas kapal selam Attack Class yang tidak dapat memenuhi kepentingan strategis kami," ujar PM Morrison, dilansir dari laman TRT World, Minggu, 19 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan kami sudah menekankan dengan sangat jelas bahwa kami akan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional strategis kami," sambungnya dalam sebuah konferensi pers di Sydney.
 
PM Morrison menilai jika Australia melanjutkan perjanjian kapal selam dengan Prancis, maka tindakan semacam itu dapat dibilang sebagai sesuatu yang "sembrono" karena bertentangan dengan saran-saran di bidang intelijen dan pertahanan.
 
"Saya tidak menyesal telah menempatkan kepentingan nasional Australia di urutan pertama. Saya tidak akan pernah menyesal," tegasnya.
 
Sebelumnya, Prancis telah meluapkan kemarahan atas AUKUS dengan menarik dua duta besar dari AS dan Australia. Berbicara kepada media France 2, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menegaskan bahwa "krisis serius" sedang terjadi antara Prancis dan tiga negara mitranya, AS, Australia, dan Inggris.
 
Prancis tidak menarik dubesnya dari Inggris karena menilai negara tersebut "secara konstan bersikap oportunis."
 
"Dalam keseluruhan masalah ini, Inggris dapat dibilang hanya merupakan aktor sampingan," tutur Le Drian.
 
Baca:  Protes Aliansi AUKUS, Prancis Tarik Dubes dari AS dan Australia
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif