Pesawat Qatar Airways. Foto: AFP.
Pesawat Qatar Airways. Foto: AFP.

Penemuan Bayi di Toilet Bandara Bikin Geger Hubungan Qatar-Australia

Internasional australia qatar terbuka
Marcheilla Ariesta • 28 Oktober 2020 18:45
Sydney: Para penumpang perempuan di 10 pesawat yang akan terbang keluar dari Doha, Qatar terpaksa menjalani pemeriksaan fisik invasif. Langkah ini ditempuh setelah bayi baru lahir ditemukan di toilet bandara.
 
Pada akhir pekan lalu, terungkap para perempuan yang dikeluarkan dari penerbangan Qatar Airways di Doha awal bulan ini. Mereka kemudian dikawal oleh agen keamanan dari pesawat ke ambulans, di mana mereka diperiksa untuk melihat tanda-tanda baru melahirkan.
 
Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne mengatakan dalam sidang Senat pada Rabu, 28 Oktober 2020 bahwa para perempuan di 10 pesawat telah menjadi sasaran penggeledahan. Ia menggambarkan pemeriksaan fisik itu sangat mengganggu dan menyinggung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengetahui hal itu kemarin melalui pos kami di Doha," katanya dilansir dari Channel News Asia.
 
Dia mengatakan ada 18 perempuan Australia yang terkena dampak dalam penerbangan 2 Oktober ke Sydney. Mereka diperiksa dengan perempuan berkewarganegaraan asing lainnya.
 
Insiden ini memicu pertikaian diplomatik antara Australia dan Qatar. Canberra mengajukan protes kepada negara Timur Tengah itu atas perlakuan terhadap warganya.
 
Para pejabat mengatakan Australia bekerja sama dengan negara lain untuk bersama-sama menyampaikan keprihatinan mereka dengan Doha. Namun, ia tidak merinci negara-negara mana saja yang telah bekerja sama dengan Canberra.
 
Qatar Meminta Maaf
 
Terkait dengan insiden tersebut, Pemerintah Qatar meminta maaf. Mereka tidak memberikan penjelasan langsung mengenai keputusan pejabat untuk melakukan pemeriksaan vagina usai bayi tersebut ditemukan.
 
Aktivis hak asasi manusia menggambarkan pemeriksaan semacam itu dilakukan di bawah tekanan dan setara dengan kekerasan seksual.
 
Kantor Komunikasi Pemerintah Qatar mengeluarkan pernyataan bahwa pihak berwenang menemukan bayi yang baru lahir itu disembunyikan dalam kantong plastik dan terkubur di bawah sampah di bandara. Mereka menyebutkan penemuan itu sebagai pelanggaran hukum mengerikan yang mengancam nyawa.
 
"Tujuannya (pemeriksaan) adalah untuk mencegah pelaku kejahatan itu melarikan diri. Qatar menyesalkan segala kesusahan dan pelanggaran terhadap kebebasan pribadi setiap pelancong yang disebabkan tindakan ini," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif