Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. Foto: AFP
Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. Foto: AFP

Australia Terbuka untuk Transfer Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru

Internasional Penembakan Selandia Baru
Fajar Nugraha • 28 Agustus 2020 07:37
Canberra: Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah bersumpah untuk tidak pernah menyebut nama penembak Christchurch, Selandia Baru. Namun Morrison mengatakan terbuka untuk membahas pemindahan teroris, Brenton Tarrant, kembali ke Australia untuk menjalani hukuman seumur hidup.
 
Baca: Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Dipenjara Seumur Hidup.
 
Brenton Tarrant yang merupakan warga negara Australia, melakukan penembakan pada 15 Maret 2019 di dua masjid Selandia Baru dan menewaskan 51 orang. Pada Kamis 27 Agustus, pengadilan Selandia Baru memutuskan Tarrant dihukum penjara seumur hidup tanpa jaminan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Morrison mengatakan pada saat diwawancar oleh program ‘Sunrise’ bahwa dia berbicara dengan Perdana Menteri Jacinda Ardern pada Kamis setelah Hakim Cameron Mander menghukum Tarrant, di Pengadilan Tinggi Christchurch.
 
"Saya mengadakan diskusi kemarin dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan kami tentu saja membicarakan kasus itu sendiri, dan saya senang bahwa teroris tidak akan pernah dibebaskan lagi di mana pun," kata Morrison, seperti dikutip Newshub, Jumat 28 Agustus 2020.
 
"Apakah dia ditahan di Selandia Baru atau Australia, lihat, kami terbuka untuk diskusi itu. Itu jelas memiliki banyak implikasi, keputusan semacam ini, dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan saya akan membicarakan masalah tersebut,” jelas Morrison.
 
Wakil Perdana Menteri Selandia Baru Winston Peters sebelumnya telah menyerukan agar hukuman teroris berusia 29 tahun itu dilakukan di Australia, "negara yang membesarkannya”. Tetapi Ardern mengatakan sekarang bukan waktunya untuk diskusi itu karena fokusnya harus pada para korban dan keluarga.
 
"Saya merasa hari ini mungkin bukan hari untuk terlalu banyak diskusi tentang itu. Saya merasa hari ini pantas menjadi hari bagi keluarga-keluarga itu untuk mendengar hukuman itu dijatuhkan dan hanya untuk meluangkan sedikit waktu dengan itu," tegas Ardern.
 
"Namun, satu hal yang harus saya katakan adalah bahwa saat ini tidak ada dasar hukum untuk itu sehingga akan menjadi usaha yang sangat kompleks. Saya pikir masalahnya adalah pandangan keluarga,” ucap Ardern.
 
"Saya pikir mereka dengan tepat memprioritaskan proses ini dan jadi itu bukan pertanyaan yang saya tanyakan kepada mereka. Tetapi pandangan mereka akan menjadi pendorong besar bagi saya, apakah itu sesuatu yang kami pertimbangkan atau tidak,” jelasnya.
 
Baca: PM Selandia Baru Sebut Brenton Tarrant Layak Dipenjara Seumur Hidup.
 
Sebaliknya Peters mengatakan, sekaranglah waktunya bagi Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton untuk "menerima dan melaksanakan hukuman teroris" di Australia.
 
Dutton mengatakan kepada program TV sarapan Australia The Today Show bahwa dia terbuka untuk gagasan itu, tetapi belum menerima permintaan resmi dari Selandia Baru.
 
"Jelas ini adalah masalah yang sangat sensitif. Saya telah meminta beberapa nasihat hukum, tetapi kami akan bekerja sangat erat dengan Selandia Baru. Kami memiliki hubungan yang sangat khusus dengan mereka," pungkas Dutton.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif