Nelayan beraktivitas di dekat situs tenggelamnya sebuah kapal kargo Singapura bermuatan bahan kimia di lepas pantai Colombo, Sri Lanka  pada 18 Juni 2021. (ISHARA S. KODIKARA / AFP)
Nelayan beraktivitas di dekat situs tenggelamnya sebuah kapal kargo Singapura bermuatan bahan kimia di lepas pantai Colombo, Sri Lanka pada 18 Juni 2021. (ISHARA S. KODIKARA / AFP)

Kapal 'Kimia' Tenggelam di Sri Lanka, PBB Khawatirkan Bencana Lingkungan

Internasional Kecelakaan Kapal Lingkungan Hidup pbb Singapura sri lanka
Marcheilla Ariesta • 20 Juni 2021 18:04
Kolombo: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa peristiwa tenggelamnya sebuah kapal kargo di Sri Lanka berpotensi memicu kerusakan lingkungan. Pasalnya, kapal tersebut membawa banyak bahan kimia berbahaya.
 
Kapal kargo MV X-Press Pearl berbendera Singapura tenggelam pada Kamis, 17 Juni lalu, sekitar satu bulan usai terbakar terhebat. Tenggelamnya kapal ini menimbulkan kekhawatiran mendalam mengenai bencana lingkungan.
 
PBB mengaku tengah mengoordinasikan upaya internasional dalam membantu Sri Lanka mengatasi masalah tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Sri Lanka Bersiap Hadapi Tumpahan Minyak Kapal Kargo Singapura
 
"Keadaan darurat lingkungan seperti ini dapat memicu kerusakan signifikan bagi Bumi," ucap koordinator PBB di Sri Lanka, Hanaa Singer-Hamdy, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Channel News Asia pada Minggu, 20 Juni 2021.
 
"Hal tersebut dapat mengancam kehidupan dan mata pencaharian penduduk di wilayah pesisir," imbuh dia.
 
Tim ahli tumpahan minyak dan kimia PBB – yang disediakan oleh Uni Eropa – telah dikirim ke Sri Lanka.
 
Negara di Asia Selatan itu telah mengajukan klaim sementara sebesar USD40 juta (setara Rp579,5 miliar) kepada X-Press Feeders untuk menutupi sebagian biaya pemadaman kebakaran.
 
X-Press Pearl terbakar saat sedang berlabuh di sebuah lokasi yang berjarak sekitar 18 kilometer dari barat laut Kolombo. Angkatan Laut Sri Lanka meyakini kobaran api berasal dari salah satu muaan kargo. Kapal tersebut diketahui mengangkut 25 ton asam nitrat dan bahan kimia lainnya, yang sebagian besar sudah musnah terbakar.
 
Puing-puing kapal, termasuk fiberglass dan berton-ton pelet plastik, telah mencemari pantai sekitar lokasi. Jumlah kargo yang diangkut X-Press Pearl berada di bawah angka 1.500, dengan 81 di antaranya dikategorikan sebagai barang "berbahaya."
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif