Seorang tenaga kesehatan membawa tabung oksigen untuk pasien Covid-19 di Allahabad, India pada 20 April 2021. (SANJAY KANOJIA / AFP)
Seorang tenaga kesehatan membawa tabung oksigen untuk pasien Covid-19 di Allahabad, India pada 20 April 2021. (SANJAY KANOJIA / AFP)

India Catat 2.000 Lebih Kematian Covid-19 dalam 24 Jam

Internasional India Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 Narendra Modi
Willy Haryono • 21 April 2021 13:09
New Delhi: India mencatat lebih dari 2.000 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir hingga Rabu, 21 April 2021. Dalam periode sama, total kasus harian di India hampir menyentuh angka 300 ribu.
 
Ini merupakan angka infeksi dan kematian akibat Covid-19 yang tertinggi di India sejak awal pandemi.
 
Data Kementerian Kesehatan India memperlihatkan tambahan 295 ribu infeksi Covid-19 -- hampir setara dengan angka di Amerika Serikat pada Januari lalu -- dan 2.023 kematian dalam 24 jam terakhir. Tambahan data ini menjadikan total kematian Covid-19 di India mencapai 182.553.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah pidato pada Selasa malam kemarin, Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan bahwa India "sekali lagi tengah menghadapi pertempuran besar."
 
"Situasi berada di bawah kendali hingga beberapa pekan terakhir, dan gelombang kedua korona ini datang seperti badai," sambungnya, dikutip dari laman Al Arabiya.
 
Baca:  PM India Minta Warga Berupaya Keras Atasi Covid-19
 
Sebelumnya, India dianggap sebagai salah satu negara besar yang mampu menghindari dampak terbaru dari pandemi Covid-19. Namun belakangan, jumlah kasus harian Covid-19 di negara berpenduduk 1,3 miliar itu melonjak secara drastis.
 
Sejumlah pihak menduga lonjakan infeksi Covid-19 di India diakibatkan kemunculan varian baru virus yang lebih menular. Selain itu, lonjakan juga dikaitkan dengan acara yang melibatkan banyak orang, seperti festival keagamaan Kumbh Mela, kampanye politik, pernikahan mewah, serta pertandingan kriket.
 
Di tengah lonjakan ini, otoritas India khawatir pasokan oksigen di banyak rumah sakit akan habis dan tidak mampu menahan gelombang pasien Covid-19.
 
Menteri Kepala New Delhi Arvind Kejriwal, yang pada Selasa kemarin melakukan karantina mandiri usai istrinya positif Covid-19, menuliskan di Twitter bahwa beberapa rumah sakit di ibu kota "hanya memiliki sedikit pasokan oksigen."
 
Amerika Serikat telah memberlakukan imbauan perjalanan ke India, bahkan bagi mereka yang sudah divaksinasi secara penuh. Sementara Inggris telah memasukkan India ke "daftar merah" terkait gelombang kedua Covid-19. Hong Kong dan Selandia Baru melarang penuh semua penerbangan dari India.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif