Korut dilaporkan tembakkan proyektil tak dikenal lagi./AFP
Korut dilaporkan tembakkan proyektil tak dikenal lagi./AFP

Korut Kembali Tembakkan Rudal, Kali ke-14 di 2022

Internasional korea utara korea selatan nuklir korea utara Rudal Balistik Korea Utara
Marcheilla Ariesta • 04 Mei 2022 15:50
Pyongyang: Korea Utara (Korut) kembali menembakkan proyektil. Militer Korea Selatan (Korsel) melaporkan penembakan proyektil tersebut.
 
"Korea Utara menembakkan proyektil tak dikenal ke arah laut lepas pantai timurnya," kata militer Korsel, dilansir dari Malay Mail, Rabu, 4 Mei 2022.
 
Penembakan kali ini dilakukan sepekan setelah Korut berjanji akan mengembangkan kekuatan nuklirnya secepat mungkin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peluncuran itu, yang menandai uji coba senjata utama ke-14 Korea Utara tahun ini. Proyektil diluncurkan beberapa hari sebelum Presiden Korsel yang baru terpilih, Yoon Suk-yeol menjabat pada 10 Mei mendatang.
 
Rincian proyektil, termasuk jangkauan terbang dan ketinggiannya masih belum diketahui. Penjaga Pantai Jepang mengatakan itu bisa jadi rudal balistik.
 
Pekan lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjanji untuk mempercepat pengembangan persenjataan nuklir negaranya sambil mengawasi parade militer besar-besaran. Ia menyampaikannya saat pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat tetap terhenti.
 
Baca juga: Kim Jong-un Kembali Tegaskan Korut Dapat Gunakan Kekuatan Nuklir
 
Kemarin, utusan nuklir Korea Selatan dan Tiongkok bertemu di Seoul untuk membahas situasi keamanan di Semenanjung Korea. Pertemuan dilakukan di tengah kekhawatiran mengenai ancaman nuklir dan rudal Korea Utara yang semakin meningkat.
 
Liu Xiaoming, perwakilan khusus Beijing untuk urusan Semenanjung Korea melakukan kunjungan pertamanya ke Seoul sejak menjabat pada April 2021. Ia mengadakan pertemuan dengan mitranya dari Korea Selatan, Noh Kyu-duk.
 
Liu menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di semenanjung dan menegaskan kembali komitmen Tiongkok untuk memainkan peran positif. Namun, kunci resolusi untuk masalah ini menurutnya berada di tangan Korea Utara dan AS.
 
"Tiongkok prihatin dengan situasi tegang di Semenanjung. Kami meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menahan diri, dan kami tidak menyetujui tindakan pihak mana pun yang dapat meningkatkan ketegangan," kata Liu di akun Twitter.
 
Tiongkok, kata dia, siap bekerja sama dengan Korea Selatan untuk mendorong 'proses penyelesaian politik' mengenai masalah tersebut. Menurutnya, hal ini menggambarkan kemitraan penting kedua negara.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif