Pesawat militer Tiongkok kerap memasuki wilayah udara Taiwan. Foto: AFP
Pesawat militer Tiongkok kerap memasuki wilayah udara Taiwan. Foto: AFP

28 Pesawat Militer Tiongkok Masuk ke Wilayah Taiwan

Internasional taiwan tiongkok-taiwan
Fajar Nugraha • 16 Juni 2021 07:31
Taipei: Sebanyak 28 pesawat angkatan udara Tiongkok, termasuk pesawat tempur dan pengebom berkemampuan nuklir masuk ke wilayah Taiwan. Pesawat-pesawat itu memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan pada Selasa 15 Juni 2021.
 
Ini dianggap sebagai serangan terbesar yang dilaporkan oleh Taiwan terkait tindakan yang dianggap sebagai provokasi dari Tiongkok.
 
Meskipun tidak ada komentar langsung dari Beijing, berita itu muncul setelah para pemimpin G7 mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu yang memarahi Tiongkok atas serangkaian masalah dan menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Komentar G7 itu dikecam Tiongkok yang menganggapnya sebagai ‘fitnah’.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taiwan yang diklaim Tiongkok telah mengeluh tentang misi berulang oleh angkatan udara Negeri Tirai Bambu di dekat pulau yang memiliki pemerintahan sendiri. Langkah Tiongkok itu terkonsentrasi di bagian barat daya zona pertahanan udaranya di dekat Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan.
 
“Untuk misi Tiongkok terbaru melibatkan 14 pesawat tempur J-16 dan enam J-11, serta empat pembom H-6, yang dapat membawa senjata nuklir, dan anti-kapal selam, peperangan elektronik dan pesawat peringatan dini,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 16 Juni 2021.
 
Itu adalah serangan harian terbesar sejak kementerian mulai secara teratur melaporkan kegiatan angkatan udara Tiongkok di ADIZ Taiwan tahun lalu. Operasi ini memecahkan rekor sebelumnya dari 25 pesawat yang dilaporkan pada 12 April.
 
Kementerian pertahanan menambahkan bahwa pesawat tempur Taiwan dikirim untuk mencegat dan memperingatkan pesawat Tiongkok. Sementara sistem rudal juga dikerahkan untuk memantau mereka.
 
Pesawat Tiongkok tidak hanya terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas, tetapi para pengebom dan beberapa pesawat tempur terbang di sekitar bagian selatan Taiwan dekat dengan ujung bawah pulau itu.
 
Tiongkok di masa lalu menggambarkan misi seperti itu diperlukan untuk melindungi kedaulatan negara dan menangani "kolusi" antara Taipei dan Washington.
 
Amerika Serikat, yang seperti kebanyakan negara tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, telah menyaksikan dengan waspada meningkatnya ketegangan dengan Beijing.
 
Negeri yang dipimpin Xi Jinping ini menggambarkan Taiwan sebagai masalah teritorialnya yang paling sensitif dan garis merah yang tidak boleh dilintasi AS. Mereka tidak pernah meninggalkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk memastikan penyatuan akhirnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif