Warga Tokyo, Jepang mulai beraktivitas ketika angka pandemi covid-19 mereda. Foto: AFP
Warga Tokyo, Jepang mulai beraktivitas ketika angka pandemi covid-19 mereda. Foto: AFP

Jepang Cabut Larangan Perjalanan ke 12 Negara, Indonesia Tak Termasuk

Internasional Virus Korona jepang wni
Fajar Nugraha • 08 Oktober 2020 14:32
Tokyo: Jepang berencana untuk menghapus larangan perjalanan ke Tiongkok dan 11 negara lain pada November. Namun tidak ada nama Indonesia dalam daftar itu.
 
Surat kabar Jepang, Yomiuri Shimbun, mengeluarkan laporan ini pada Kamis 8 Oktober.
 
“Sebelas negara dan wilayah lainnya termasuk Taiwan, Australia, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Vietnam dan Malaysia,” sebut laporan Yomiuri Shimbun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Namun Pemerintah Jepang-,yang saat ini melarang perjalanan ke 159 negara dan wilayah,- tetap akan merekomendasikan para pelancong menahan diri dari kunjungan yang tidak perlu dan tidak mendesak, ke 12 negara tersebut,” imbuh laporan Yomiuri.
 
Sehari sebelumnya, Jepang dan Australia membahas rencana pembicaraan lebih lanjut mengenai kemungkinan pelonggaran pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh kedua negara. Sebelumnya, kedua negara melarang perjalanan karena pandemi korona.
 
Kementerian Luar Negeri Jepang juga mengonfirmasi baru-baru ini bahwa perjalanan bisnis akan dilanjutkan antara Jepang dan Korea Selatan paling cepat Kamis setelah penerbangan ditangguhkan.
 
Baca: Pemerintah Diminta Melobi 59 Negara yang Menutup Pintu Masuk WNI.
 
Di bawah perjanjian antara Tokyo dan Seoul, kedua negara sepakat bahwa pelancong dalam perjalanan bisnis jangka pendek tidak akan diharuskan untuk mengisolasi diri jika mereka menunjukkan hasil negatif untuk covid-19. Selain itu pelancong harus mengirimkan rencana perjalanan ke yang sesuai ke pihak berwajib.
 
Ekspatriat dan penduduk jangka panjang harus melakukan karantina sendiri selama 14 hari berdasarkan perjanjian. Kesepakatan tersebut, pada dasarnya, serupa dengan kesepakatan yang terjadi baru-baru ini antara Jepang dan Singapura.
 
Jepang pada 1 Oktober melonggarkan pembatasan masuk ke negara itu dari orang asing di seluruh dunia, meskipun masuknya masih ditolak untuk turis.
 
Tenaga medis profesional asing, guru dan orang lain yang memenuhi syarat untuk tinggal jangka menengah atau panjang selama tiga bulan atau lebih akan diizinkan masuk. Pemerintah Negeri Sakura memutuskan, mereka yang akan berkunjung untuk tujuan bisnis kurang dari tiga bulan juga diberikan izin.
 
Pelancong yang memenuhi syarat harus dites negatif untuk covid-19 sebelum memasuki Jepang dan setibanya di Jepang. Sementara sponsor mereka, seperti perusahaan atau organisasi yang mendukung para pendatang, diharapkan untuk memastikan isolasi diri mereka selama 14 hari, selama itu mereka tidak akan diizinkan menggunakan transportasi umum.
 
Pemerintah telah mengatakan akan mempertimbangkan untuk mengizinkan 1.000 orang asing masuk ke negara itu per hari, terutama untuk mengakomodasi mereka yang berniat tinggal selama tiga bulan atau lebih. Di saat bersamaan pemerintah Jepang akan meningkatkan batasan dalam beberapa bulan mendatang.
 
Orang asing dengan status penduduk di Jepang tetapi berada di luar negeri, diizinkan untuk masuk kembali ke negara tersebut. Sementara ekspatriat dan penduduk jangka panjang lainnya dari beberapa negara Asia juga telah diberikan akses ke negara tersebut.
 
Ini termasuk dari Vietnam, Thailand dan sejumlah ekonomi lain yang telah dibuat perjanjian timbal balik. Pemerintah Jepang baru-baru ini membuat perjanjian timbal balik serupa dengan Singapura dan Brunei.
 
Saat ini, orang-orang dari 159 negara dan wilayah telah ditolak masuk ke negara itu, tetapi Jepang terus melonggarkan pembatasan masuknya.

Tidak ada Indonesia

Tidak ada nama Indonesia dalam daftar 12 negara yang dibuka aturan perjalanan oleh Jepang. Seperti diketahui, sebelumnya sebanyak 59 negara melarang WNI masuk ke dalam wilayah terkait virus korona.
 
Namun pemerintah diminta untuk melakukan lobi terhadap 59 negara itu. Sebab, ada kelompok masyarakat yang memiliki kepentingan dengan negara tersebut.
 
Baca: Malaysia Sudah Longgarkan Larangan Masuk Bagi WNI.
 
Selain Jepang, Malaysia juga menjadi salah satu negara yang melarang WNI untuk masuk ke wilayahnya. Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah dalam jumpa pers virtual, Kamis, 17 September 2020 mengatakan bahwa Negeri Jiran sudah mulai melonggarkan larangan tersebut.
 
Relaksasi kebijakan tersebut diperuntukkan bagi ekspatriat dan pemegang izin kunjungan profesional yang telah mendapat persetujuan dari Departemen Imigrasi Malaysia sebelum mereka dapat memasuki negara itu.
 
Pemerintah Malaysia juga memutuskan untuk mengizinkan penduduk tetap, serta pasangan asing warga negara Malaysia, untuk masuk ke Malaysia, dengan syarat hanya untuk penerbangan satu arah dan setelahnya, mereka tetap tinggal di Malaysia. Namun, semua kategori tersebut harus mendapat persetujuan lebih dulu.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif