Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Australia Uji Dua Vaksin Covid-19 ke hewan

Internasional Virus Korona australia Coronavirus virus corona vaksin
Harianty • 03 April 2020 17:57
Beijing: Sebuah lembaga ilmiah Australia mengatakan bahwa mereka telah memulai pengujian dua vaksin baru ke hewan. Vaksin ini berpotensi dalam memerangi virus korona covid-19.
 
Seperti dilaporkan Cankaoxiaoxi, Jumat, 3 April 2020, Media Jepang Kyodo News pada 2 April melaporkan bahwa, vaksin ini dikembangkan oleh Universitas Oxford di Inggris dan Inovio Pharmaceuticals di Amerika Serikat (AS).
 
Para peneliti sedang menguji vaksin pada musang putih untuk memastikan keefektifannya. Tetapi lembaga yang menguji vaksin tersebut mengatakan vaksin tersebut kemungkinan besar butuh beberapa bulan untuk ‘go public’.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Organisasi Riset Ilmiah dan Industri Persemakmuran Australia melakukan pengujian hewan di Laboratorium Kesehatan Hewan Australia di Victoria.
 
Penanggung jawab atas masalah kesehatan dan biosekuriti dari lembaga tersebut Rob Grenfell, mengatakan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk vaksin di seluruh dunia. Penelitiannya telah mempercepat kemajuan kerja lembaganya dan hasil uji coba hewan dapat diumumkan sebelum akhir Juni.
 
“Namun, karena kebutuhan untuk pengujian lebih lanjut untuk mengonfirmasi tingkat keamanan dan kualitas vaksin, vaksin tidak akan tersedia untuk publik paling tidak sampai akhir tahun,” ujar Grenfell.
 
Direktur Laboratorium Kesehatan Hewan Australia Trevor Drew, menjelaskan bahwa musang putih dipilih untuk pengujian hewan karena paru-paru mereka memiliki sel reseptor yang mirip dengan angiotensin converting enzyme II (ACE2) manusia. Sel-sel reseptor ini memungkinkan virus masuk dan menginfeksi sel inang.

Penelitian AS


Food and Drug Administration telah menyetujui metode pengujian untuk virus korona dengan mencari antibodi dalam darah. Ini menjadikannya tes pertama yang mendapatkan persetujuan.
 
CNN menyebutkan, Cellex Inc. menciptakan tes serologi, istilah teknis untuk tes darah, yang dapat mengidentifikasi infeksi virus korona di masa lalu.Tetapi mungkin kurang dapat diandalkan dalam mengidentifikasi mereka yang saat ini terinfeksi. Tes membutuhkan darah yang diambil dari vena, dan laboratorium bersertifikat untuk menentukan hasilnya.
 
“Berdasarkan totalitas bukti ilmiah yang tersedia untuk FDA, masuk akal untuk percaya bahwa produk Anda mungkin efektif dalam mendiagnosis covid-19," kata badan tersebut setelah mengeluarkan Otorisasi Penggunaan Darurat, yang dikutip CNN.
 
“Manfaat produk Anda ketika digunakan untuk mendiagnosis covid-19, lebih penting daripada risiko yang diketahui dan potensial dari produk Anda,” imbuh pernyataan FDA
 
FDA menambahkan bahwa antibodi umumnya dapat dideteksi dalam darah beberapa hari setelah infeksi awal. Tetapi tingkat antibodi selama infeksi tidak ditandai dengan baik.
 
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga telah mengerjakan tes serologi, tetapi belum disetujui. Awal pekan ini, sebuah perusahaan bernama Bodysphere secara salah mengklaim bahwa FDA mengeluarkan Otorisasi Penggunaan Darurat untuk tes antibodi, tetapi agensi kemudian mengklarifikasi bahwa ini tidak benar, dan perusahaan kemudian mengakui bahwa mereka belum menerima persetujuan.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif