Seorang anggota Taliban bersiaga di salah satu sudut  kota Herat, Afghanistan, 21 September 2021. (Hoshang Hashimi / AFP)
Seorang anggota Taliban bersiaga di salah satu sudut kota Herat, Afghanistan, 21 September 2021. (Hoshang Hashimi / AFP)

Taliban Gantung 4 Jenazah di Kota Herat Sebagai Peringatan

Internasional konflik afghanistan Taliban afghanistan Hukuman Mati taliban afghanistan Pemerintahan Baru Taliban
Willy Haryono • 26 September 2021 08:21
Herat: Kelompok Taliban mengaku telah menembak mati empat terduga penculik dan menggantung jenazah mereka di lapangan kota Herat sebagai peringatan. Aksi itu dilakukan satu hari usai seorang petinggi Taliban mengatakan bahwa hukuman keras seperti eksekusi mati atau pemotongan tangan dan kaki akan berlanjut di Afghanistan.
 
Empat pria tewas di tangan Taliban usai mereka menculik seorang pebisnis dan anaknya. Beberapa warga Herat mengaku melihat sesosok jasad digantung di sebuah alat konstruksi di pusat kota Herat.
 
Wazir Ahmad Seddiqi, seorang pemilik toko, mengonfirmasi adanya empat jasad manusia yang digantung di kota Herat. Deputi Gubernur Herat, Maulwai Shair, mengatakan bahwa penggantungan jenazah ini bertujuan untuk mencegah penculikan lebih lanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan keempat pria itu tewas dalam baku tembak usai Taliban mengetahui bahwa mereka menculik seorang pebisnis beserta anaknya. Dua korban penculikan itu berhasil dibebaskan.
 
Dikutip dari laman BBC, Minggu, 26 September 2021, serangkaian gambar eksplisit muncul di media sosial, memperlihatkan beberapa jasad manusia. Sebuah video juga memperlihatkan satu jasad tergantung dari atas alat berat dengan tulisan di dadanya yang bertuliskan: "penculik akan dihukum seperti ini."
 
Sejak berkuasa di Afghanistan pada 15 Agustus lalu, Taliban telah menjanjikan kekuasaan yang lebih moderat ketimbang era 1996-2001. Namun sejauh ini terdapat sejumlah laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Taliban sejak bulan lalu.
 
Kamis kemarin, mantan kepala polisi Taliban Mullah Nooruddin Turabi mengatakan bahwa hukuman ekstrem seperti eksekusi mati dan amputasi akan berlanjut di Afghanistan. Ia mengatakan hukuman semacam itu "penting untuk keamanan."
 
Baca:  Taliban Aktifkan Kembali Hukuman Mati dan Potong Tangan di Afghanistan
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif