Filipina mengizinkan warga melakukan perjalanan non-esensial ke negara-negara yang bersedia menerima kunjungan. (Foto: AFP)
Filipina mengizinkan warga melakukan perjalanan non-esensial ke negara-negara yang bersedia menerima kunjungan. (Foto: AFP)

Filipina Cabut Larangan Perjalanan di Tengah Lonjakan Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Willy Haryono • 07 Juli 2020 15:17
Manila: Pemerintah Filipina mencabut larangan perjalanan non-esensial dan juga mengizinkan kembali beroperasinya salon dan tempat potong rambut. Pencabutan ini dilakukan meski angka rata-rata kasus virus korona (covid-19) di Filipina meningkat dalam sepekan terakhir.
 
Dalam sebuah keterangan pers, gugus tugas penanganan covid-19 di Filipina mengizinkan warga melakukan perjalanan non-esensial ke negara-negara yang bersedia menerima kunjungan.
 
Perjalanan ke luar negeri diizinkan asalkan warga Filipina memiliki tiket pulang pergi, visa, dan asuransi kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Warga juga harus menandatangani formulir deklarasi, yang menyatakan bahwa mereka sadar terhadap risiko bepergian," ucap juru bicara kantor kepresidenan Filipina, Harry Roque, dikutip dari laman The Straits Times, Selasa 7 Juli 2020.
 
Salon di beberapa area yang level karantinanya rendah diizinkan melakukan pelayanan selain potong rambut, seperti mewarnai rambut.
 
Berdasarkan data Johns Hopkins University pada Selasa ini, total kasus covid-19 di Filipina telah melampaui 46 ribu dengan 1.303 kematian dan 12.185 pasien sembuh.
 
Filipina merupakan negara dengan angka kasus covid-19 tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Indonesia. Angka rata-rata kasus covid-19 di Filipina melonjak dengan cepat usai Manila dibuka kembali pada 1 Juni.
 
Rabu besok, Filipina berencana membuka kembali sebuah terminal di bandara Manila, yang memungkinkan beroperasinya delapan maskapai termasuk Cathay Pacific Airways Ltd dan Emirates Airlines.
 
Namun mulai hari ini hingga 11 Juli, Filipina menutup jalur kereta api tersibuknya usai hampir 200 pekerja dinyatakan positif covid-19.
 
Meski demikian, beberapa pejabat Filipina tetap menyerukan pelonggaran lebih lanjut demi mendorong kembali perekonomian negara yang terhantam pandemi covid-19.
 

(WIL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif