Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: AFP)
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: AFP)

Duterte Berusaha Cegah Gelombang Kedua Covid-19

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Arpan Rahman • 12 Mei 2020 15:38
Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan bahwa melonggarkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) bukan berarti ancaman virus korona (covid-19) sudah hilang dari seantero negeri. Ia ingin pelonggaran lockdown tidak berujung pada memburuknya situasi seputar pandemi covid-19.
 
"Kami akan melangkah perlahan-lahan agar tidak terjatuh. Semua harus dilakukan secara hati-hati, karena tidak boleh ada gelombang kedua atau ketiga (dari pandemi covid-19)," kata Duterte, disitir dari Philippine Daily Inquirer, Selasa 12 Mei 2020.
 
Duterte dijadwalkan mengumumkan keputusan seputar lockdown, apakah akan diperpanjang, dicabut, atau hanya dilonggarkan. Dalam pertemuan dengan gugus tugas covid-19 di Filipina pada Selasa pagi, Duterte mewacanakan perpanjangan lockdown di "beberapa daerah."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagi mereka yang diizinkan keluar dan yang tidak, tolong diingat bahwa melonggarkan pembatasan bukan berarti covid-19 sudah tidak ada lagi," kata Duterte.
 
Keputusan mengenai lockdown di Filipina dijadwalkan diumumkan hari ini. Duterte mempercayakan juru bicaranya, Harry Roque, untuk menyampaikan pengumuman tersebut.
 
Lockdown di Filipina dijadwalkan berakhir pada Jumat 15 Mei mendatang.
 
Pemerintah Filipina mencatat lebih dari 11 ribu kasus covid-19 dengan 726 kematian dan hampir 2.000 pasien sembuh. Namun sejauh ini Filipina baru melakukan 158 ribu tes covid-19 -- jauh lebih rendah dari negara-negara lain di kawasan.
 
Sejumlah pakar khawatir angka sebenarnya dari penyebaran covid-19 di Filipina jauh lebih tinggi dari data pemerintah.
 
Manila, kota dengan 13 juta penduduk, masih menjadi episentrum penyebaran covid-19 di Filipina. Kasus covid-19 di Manila menyumbang 64 persen dari total infeksi di Filipina.
 
Filipina merupakan salah satu negara pertama yang melarang penerbangan dari dan menuju Tiongkok di fase awal pandemi covid-19. Filipina juga menjadi negara ketiga setelah Tiongkok dan Italia yang mengeluarkan perintah karantina di rumah.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif