Pemimpin militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing. (Alexander Zemlianichenko / POOL / AFP)
Pemimpin militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing. (Alexander Zemlianichenko / POOL / AFP)

Militer Myanmar Janjikan Pemilu pada Agustus 2023

Internasional konflik myanmar asean aung san suu kyi Min Aung Hlaing Kudeta Myanmar Protes Myanmar
Willy Haryono • 01 Agustus 2021 14:42
Yangon: Pemimpin militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, menegaskan bahwa pemilihan umum akan digelar dan status darurat dicabut pada Agustus 2023. Ia juga mengatakan bahwa militer siap bekerja sama dengan utusan khusus manapun yang ditunjuk oleh ASEAN.
 
Pernyataan disampaikan Min Aung Hlaing dalam sebuah pidato di televisi pada Minggu, 1 Agustus 2021, yang menandai enam bulan sejak terjadinya kudeta di awal Februari tahun ini.
 
Kekacauan melanda Myanmar sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi. Bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran anti-kudeta terjadi hampir setiap hari, dengan jumlah korban tewas telah melampaui 900 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Myanmar siap bekerja sama sesuai kerangka ASEAN, termasuk dialog dengan utusan khusus," kata Min Aung Hlaing, dilansir dari laman Gulf Today.
 
Jajaran menteri luar negeri ASEAN dijadwalkan bertemu pada Senin besok. Mereka akan melakukan finalisasi penunjukan utusan khusus yang akan dikirim ke Myanmar untuk mendorong dialog antar kubu bertikai.
 
Baca:  Dituduh Lambat Terapkan Konsensus ASEAN, Junta Myanmar Bela Diri
 
Mengenai pemilu, Min Aung Hlaing tidak menyebutkan tanggal spesifik, namun berjanji akan menggelarnya dalam kurun dua tahun ke depan.
 
"Kami akan menyelesaikan ketetapan status darurat pada Agustus 2023," tegas Min Aung Hlaing.
 
"Saya juga berjanji akan menggelar pemilu multi partai," sambungnya.
 
Pengumuman ini berbeda dari janji yang diucapkan Min Aung Hlaing beberapa hari setelah kudeta. Kala itu, ia berjanji akan menggelar pemilu dalam kurun waktu satu tahun ke depan, atau 2022.
 
Militer Myanmar menjustifikasi kudeta mereka dengan menuduh adanya kecurangan dalam pemilu 2020 yang dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi milik Suu Kyi.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif