Menlu Retno Marsudi saat konferensi virtual dengan wartawan pada 9 April 2020. Foto: Medcom.id
Menlu Retno Marsudi saat konferensi virtual dengan wartawan pada 9 April 2020. Foto: Medcom.id

Tidak Semua Negara Memiliki Cukup Alat Kesehatan

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 09 April 2020 18:18
Jakarta: Kebutuhan akan peralatan medis dan obat-obatan sangat diperlukan oleh negara yang terkena imbas virus korona covid-19. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan ada 58 dukungan yang juga diberikan oleh dunia internasional kepada Indonesia.
 
“Kita menyampaikan upaya kita untuk memenuhi medical equipment (peralatan medis) dan obat-obatan. Masing-masing negara memiliki keterbatasan. Tidak ada satu negara yang saat ini merasa cukup memiliki medical equipment dan obat-obatan. Semuanya memiliki tantangan yang sama,” ujar Menlu Retno, saat melakukan konferensi secara virtual, Kamis, 9 April 2020.
 
“Tetapi tantangan akan lebih mudah dihadapi apabila ada kerja sama antara kita,” jelas Menlu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena hal itu, sebagai anggota Gugus TugasPercepatan PenangananCOVID-19, Kemenlu terus menjalin komunikasi dan kerja sama internasional untuk mempercepat penanganan covid-19 di Indonesia. Termasuk juga secara khusus dalam menjamin kelancaran pasokan alat alat kesehatan yang dibutuhkan.
 
Hingga saat ini, tercatat 58 dukungan yang akan dan telah diberikan kepada Indonesia oleh pemerintah asing, organisasi/entitas internasional, swasta dan NGO asing. Bantuan itu terdiri dari sembilan bantuan pemerintah, 42 bantuan non-pemerintah, dan tujuh Organisasi/Entitas Internasional.
 
Bantuan pemerintah berasal dari sembilan negara yaitu: Tiongkok, Jepang, AS, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan Uni Emirat Arab.
 
Tujuh bantuan organisasi/entitas internasional yaitu: WHO, ADB, IAEA, UNDP, IOM, Global Fund, UNICEF.
 
Terdapat 42 bantuan non-pemerintah (swasta dan NGO) yang setidaknya berasal dari sembilan negara yaitu Tiongkok, Singapura, Korea, Vietnam, Perancis, Rusia, Jerman, Jepang, Swedia.
 
“Bantuan yang paling banyak diterima saat ini adalah: masker, rapid test kit dan PPE/APD (alat pelindung diri),” jelas Menlu Retno.
 
Tidak hanya bantuan, Indonesia juga terlibat dalam upaya gabungan untuk melawan covid-19. Pada 7 April 2020, Retno pun berpartisipasi dalam Telekonferensi Covid-19 International Coordination Group (ICG) bersama Menlu dari Turki, Afrika Selatan, Singapura, Maroko, Prancis, Kanada, Australia, Jerman, Brasil, Peru, dan Inggris.
 
Forum ini adalah forum koordinasi rutin bagi Menlu berbagai negara untuk mengkoordinasikan penanganan covid-19 termasuk keamanan proses evakuasi atau lalu lintas orang antar negara dan kelancaran rantai pasok barang dan kebutuhan medis.
 
“Saya menekankan antara lain tiga hal yaitu: Pentingnya kemitraan dan sinergi untuk menjamin amannya lalu lintas manusia antar-negara, serta terjaminnya rantai pasokan, khususnya obat dan alkes; Perlunya disepakatinya sebuah protokol bersama atau prosedur mengenai lalu lintas manusia khususnya proses kepulangan penduduk ke negara asalnya, dengan mematuhi berbagai prosedur kesehatan. Hal tersebut sangat penting guna memutus rantai penularan dan mencegah kasus impor (Covid-19 imported cases),” tutur Menlu.
 
“Kemudian saya meminta negara lain memfasilitasi kepulangan WNI yang berada di luar negeri ke tanah air, bagi mereka yang memenuhi prosedur kesehatan yang ditetapkan oleh WHO,” sebut mantan Dubes RI untuk Belanda itu.
 
Diakhir telekonferensi, Menlu Retno menyebutkan bahwa Menlu Kanada sampaikan akan dorong finalisasi dua protokol yaitu protolol terkait supply chain dan protokol terkait air bridge. Kedua protokol ini akan dibahas oleh pejabat senior negara-negara yang ikut dalam telekonferensi tersebut.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif