NEWSTICKER
Pemberontak New Peoples Army membentuk formasi di wilayah pegunungan Sierra Madre, Filipina. (Foto: AFP)
Pemberontak New Peoples Army membentuk formasi di wilayah pegunungan Sierra Madre, Filipina. (Foto: AFP)

Patuhi PBB, Pemberontak Filipina Deklarasikan Gencatan Senjata

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Arpan Rahman • 25 Maret 2020 17:01
Manila: Sekelompok gerilyawan komunis di Filipina berencana mendeklarasikan gencatan senjata sebagai bentuk kepatuhan terhadap seruan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres. Sebelumnya, Guterres menyerukan gencatan senjata global di seluruh zona konflik agar semua orang dapat fokus menghadapi pandemi virus korona (covid-19).
 
Partai Komunis Filipina telah memerintahkan gerilyawan New People's Army untuk menghentikan operasi penyerangan dan berpindah ke posisi defensif mulai Kamis 26 Maret hingga 15 April mendatang.
 
"Ini merupakan respons langsung terhadap seruan Sekjen PBB Antonio Guterres mengenai gencatan senjata global antar kubu bertikai demi memerangi pandemi covid-19," ujar New People's Army, seperti dilaporkan di situs TIME, Rabu 25 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senin kemarin, Guterres mengatakan bahwa "ini saatnya untuk mengakhiri konflik bersenjata" dan bersama-sama fokus memerangi covid-19.
 
Pemberontakan komunis telah melanda sejumlah wilayah pedesaan di Filipina selama lebih dari setengah abad. Para pemberontak mengatakan gencatan senjata kali ini tidak terkait dengan langkah serupa yang telah diambil militer serta kepolisian Filipina. Mereka menilai gencatan senjata kali ini dapat dijadikan momen untuk menggelar negosiasi damai dengan pemerintah yang sudah lama tertunda.
 
Pekan kemarin, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mendeklarasikan gencatan senjata sepihak terhadap sejumlah pemberontak komunis. Duterte ingin seluruh sumber daya yang ada saat ini di Filipina dikerahkan untuk menangani pandemi covid-19.
 
Saat menjadi presiden, Duterte telah meluncurkan dialog damai dengan pemerintah di pertengahan 2016. Namun negosiasi tersebut, yang dimediasi Belanda, berakhir mandek karena kubu pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Rabu ini, jumlah kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 424 ribu, dengan 552 di antaranya ada di Filipina. Dari 55 infeksi covid-19, Filipina melaporkan 35 kematian dan 20 pasien sembuh.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif