WNI di Tawau yang bersiap untuk dipulangkan ke Tanah Air. Foto: Kemenlu RI
WNI di Tawau yang bersiap untuk dipulangkan ke Tanah Air. Foto: Kemenlu RI

111 WNI Dipulangkan dari Malaysia di Tengah Pandemi Korona

Internasional Virus Korona wni Coronavirus virus corona
Fajar Nugraha • 18 Mei 2020 11:38
Tawau: Pemerintah Malaysia menetapkan kebijakan pembatasan gerak (Movement Control Order/MCO) sejak 18 Maret 2020. Salah satu kebijakan yang diambil adalah pembatasan akses keluar dan masuk ke wilayah Malaysia termasuk bagi warga negara asing.
 
Kondisi tersebut menyebabkan para WNI tertunda kepulangannya ke Indonesia. Di Tawau ada ratusan WNI yang kepulangannya difasilitasi oleh Konsulat RI di Tawau (KRI Tawau).
 
KRI Tawau memfasilitasi kepulangan 111 WNI yang tertunda kepulangannya dari Tawau ke Nunukan, Kalimantan Utara pada 15 Mei. Para WNI ini kemudian melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan masing-masing antara lain ke Pare-pare, Bone, Polewali Mandar dan daerah lainnya. Rombongan diberangkatkan menggunakan dua buah kapal ferry yakni KM. Purnama Express dan KM. Francise yang didatangkan khusus dari Nunukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Bapak-bapak dan Ibu-ibu agar selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Sesampainya di Nunukan, akan kembali dilakukan serangkaian tes oleh pihak kesehatan setempat untuk memastikan kesehatan bapak-bapak dan ibu-ibu semua,” ujar Konsul RI di Tawau, Sulistijo Djati Ismojo saat melepas para WNI kembali ke Indonesia.
 
“Semoga hasil tes covid-19 ini semuanya negatif sehingga dapat meneruskan ke daerah tujuan masing-masing tanpa harus menjalani karantina," imbuh Sulistijo Djati Ismojo, dikutip dari situs Kemlu.go.id, Senin, 18 Mei 2020.
 
Program pemulangan WNI diawali dengan tahap pendataan WNI yang melakukan kunjungan ke Sabah dan tidak bisa kembali ke tanah air karena adanya penutupan bandara dan pelabuhan. Para WNI yang mendaftarkan diri harus mendapatkan surat keterangan sehat dari Klinik atau rumah sakit sebagai persyaratan serta bersedia menanggung biaya tiket kapal agar bisa mengikuti program pemulangan tersebut.
 
“Program ini dapat berhasil dengan baik atas kerja sama dan koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah di Malaysia maupun di Indonesia, seperti Kantor Sekretariat Kerajaan Negeri Sabah, Majlis Keselamatan Negara wilayah Sabah, Imigrasi, bea cukai, kepolisian, dinas kesehatan, Pemda Nunukan,” imbuh pihak KRI Tawau.
 
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins Senin 18 Mei 2020, jumlah kasus covid-19 di Malaysia mencapai 6.894 orang dan korban meninggal 113 orang. Sementara pasien yang sembuh berada di angka 5.571 jiwa.
 

Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif